Inspirasi dan Data

Balas Kebaikan Orang Lain, Mending Ucapkan Terima Kasih atau Jazakallah Khoiron

0
Foto: Google Image

INSPIRADATA. Kita seringkali terkesan dengan kebaikan seseorang, namun terkadang bingung bagaimana cara membalas kebaikannya itu. Maka ungkapan terima kasih sering kita lontarkan.

Namun sebagai seorang muslim, bagaimana cara mengungkapkan rasa syukur kita terhadap kebaikan orang lain? Apakah cukup dengan mengatakan terima kasih atau mengucap Jazakallah Khoiron?

Dalam islam, berterima kasih atas pemberian orang lain adalah tanda rasa syukur kita terhadap Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah,

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak bersyukur kepada Allah seorang yang tidak bersyukur kepada manusia.” HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, 1/702.

Maka sebaik-baik membalas kebaikan seseorang adalah dengan mengucap  Jazakallah Khoiron.

“Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al jami’, no. 6368.

Dalam kitab Faidh Al Qadir, 1/526, dijelaskan,

“(Jika seorang mengatakan) yaitu seorang manusia (kepada saudaranya) yaitu persaudaraan Islam yang telah berbuat kepada kebaikan (jazakallah khairan) yaitu semoga Allah menentukan kebaikan untukmu dan memberikan pahala atasnya, yaitu aku memohon dari Allah untuk melakukan itu denganmu (maka sungguh ia telah melebihkan di dalam pujian) yaitu ia telah berbuat lebih di dalam pujian itu dan telah mengerahkan usahanya di dalam pembalasannya terhadapnya dengan menyebutkannya dengan kebaikan dan permintaanya untuknya dari Allah Ta’ala pahala yang besar, dan jika digabungkan hal itu dengan jenis apa yang telah ia lakukan kepadanya, niscaya ini akan lebih sempurna apa yang disebutkan oelh riwayat ini, tetapu disebutkan di akhir hadits, yang menjelaskan bahwa mencukupkan dengan doa, maka sesungguhnya ini adalah ketika tidak sanggup untuk membalas seperti apa yang telah ia lakukan kebaikan kepadanya. Kemudian sesungguhnya doa yang disebutkan di dalam hadis hanya untuk seorang muslim sebagaimana yang telah ditetapkan, adapun kalau ada seorang kafir berbuat kebaikan kepada seorang muslim maka ia mendoakannya agar mendapatkan harta, anak, kesehatan dan ‘afiyah.” []

loading...
loading...
Comments
Loading...