banser bakar bendera tauhid, Banser Bakar Bendera HTI atau Bendera Tauhid? Ini Penjelasannya
Unik, Informatif , Inspiratif

Banser Bakar Bendera HTI atau Bendera Tauhid? Ini Penjelasannya

0

Pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut yang dilakukan Banser menuai berbagai kecaman dari banyak pihak. Namun GP Ansor mengklaim bahwa bendera yang mereka bakar adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang telah dibubarkan pemerintah.

Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan peristiwa yang terjadi pada peringatan Hari Santri di Limbangan, Garut, Senin (22/10). Menurut Zainut, bendera yang dibakar itu bertuliskan kalimat tauhid, bukan bendera HTI.

“Dalam perspektif MUI karena tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia maka kita mengatakan kalimat tauhid. Kalau menjadi milik partai kelompok harus ada desain yang berbeda atau warna yang berbeda tidak persis meng-copy seperti dalam sejarah,” ujar Zainut.

BACA JUGA: Video Detik-detik Banser Bakar Bendera dengan Kalimat Tauhid

Ismail Yusanto, mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga menyampaikan hal yang sama. Dia menyatakan bendera yang dibakar di Garut bukanlah bendera HTI. Dinyatakannya, organisasi yang telah dibubarkan pemerintah itu tidak punya bendera.

“Perlu saya tegaskan di sini bahwa yang dibakar itu bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir Indonesia tidak punya bendera,” kata Ismail dalam video yang dia unggah lewat akun Twitternya, @ismail_yusanto, Selasa (23/10/2018).

Sebagaimana diketahui, pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat, Selasa (23/10) kemarin. Ismail menyatakan yang dibakar kemarin adalah bendera yang dikenalnya dengan nama Ar Roya.

“Ada banyak pernyataan yang mengatakan bahwa bendera yang dibakar kemarin adalah bendera HTI, saya perlu tegaskan bahwa HTI tidak memiliki bendera,” kata Ismail lewat keterangan tertullis di atas video yang diunggah di akun Twitternya itu.

“Yang dibakar dalam video yang beredar luas kemarin adalah Ar Roya (Panji Rasulullah), bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat Tauhid,” kata Ismail.

Pendapat serupa disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo. Dia menyatakan, di dalam bendera HTI terdapat tulisan Hizbut Tahrir Indonesia di bawah kalimat tauhid. Sedangkan bendera tauhid biasa, berupa bendera yang berisi tulisan tauhid.

BACA JUGA: Terkait Pembakaran Bendera, MUI Imbau Masyarakat Tetap Dingin

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo dalam artikel yang dipublikasikan situs resmi Kemendagri, dikutip Kamis (23/10/2018).

Kembali mengenai polemik bendera ini, sampai saat ini polisi belum bisa memastikan apakah bendera yang dibakar tersebut merupakan bendera HTI, bendera berkalimat tauhid tanpa kaitan dengan ormas, atau bendera ormas lain. Penyelidikan masih dilakukan.

GP Ansor menegaskan bendera yang mereka bakar itu bukanlah bendera tauhid, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menggunakan kalimat tauhid. Seharusnya penanganan tak langsung dibakar, melainkan diserahkan ke polisi. Namun itu tidak dilakukan personel Banser.

“Itu yang kemudian kami anggap sebagai kesalahanlah dari teman-teman ini,” kata dia.

Namun Yaqut ingin publik memahami bahwa pembakaran bendera HTI di Garut pada Senin (22/10) kemarin bukanlah tanpa sebab. Yaqut menjelaskan pembakaran itu dilatarbelakangi provokasi dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional.

“Itu pun ketika teman-teman di Garut melakukan pembakaran, tentu itu harus dipahami bukan dalam ruang hampa yang tidak ada sebabnya,” ujar Yaqut. []

SUMBER: DETIK


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.