Unik, Informatif , Inspiratif

Banyak Bantuan Ditolak, Dokter-Perawat Venezuela Demo Maduro

0

Para dokter dan perawat Venezuela menggelar aksi demo di perbatasan negara dengan Kolombia. Mereka menuntut agar Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke sana.

“Sekarang ini situasinya kritis, ini mengerikan karena kami tak punya apapun: tak ada sarung tangan, tak ada pakaian, tak ada obat-obatan,” kata Francis Duran (34), perawat di rumah sakit San Antonio di kota perbatasan Urena, kutip kantor berita AFP, Kamis (14/2/2019).

BACA JUGA: Presiden Tegaskan Indonesia Netral atas Krisis Venezuela

Duran mengatakan, bantuan sangat diperlukan saat ini. Dia mengatakan, seorang anak perempuan berumur 11 tahun harus dibawa ke Cucuta beberapa hari lalu untuk transfusi darah karena tak ada persediaan kantong darah di Venezuela.

Bantuan berton-ton ditolak

Duran dan para demonstran lainnya turun ke jalan menuju jembatan perbatasan Tienditas, perbatasan Urena dengan kota Cucuta di Kolombia, tempat disimpannya berton-ton bantuan AS yang hendak dikirimkan ke Venezuela, namun ditolak Maduro.

“Saya perawat dan demi para pasien saya, saya menuntut agar bantuan kemanusiaan bisa masuk,” demikian bunyi sebuah spanduk yang dibawa dalam aksi ini.

“Akan menjadi berkat dari surga jika bantuan bisa masuk,” ujar Ana Sanchez (72) yang membawa sebuah bendera Venezuela dalam aksi demo tersebut.

Krisis politik dan kemanusiaan

Selain krisis politik, Venezuela saat ini juga mengalami krisis ekonomi dengan jutaan warganya mengalami kekurangan makanan dan obat-obatan. Pemimpin oposisi Juan Guaido yang bulan lalu memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, telah bertekad untuk membawa masuk bantuan AS tersebut.

BACA JUGA: Krisis Venezuela “Bangkitkan” Para Bajak Laut

Namun, Maduro dengan tegas menolaknya dan menyebut bantuan tersebut tak lebih dari sebagai “pertunjukan politik” dan dalih untuk intervensi AS.

Untuk menghalangi masuknya bantuan tersebut, para tentara yang setia pada Maduro telah memblokir jembatan Tienditas dengan menempatkan dua kontainer barang dan sebuah tanker.[]

SUMBER: AFP | DETIK


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline