Unik, Informatif , Inspiratif

Banyak Persengketaan Online, China Buka ‘Pengadilan Internet’

0

Sesuai dengan populasinya yang besar, jumlah pengguna internet di China mencapai 800 juta jiwa. Karena hal tersebut, pemerintah di sana sering kewalahan dengan persengketaan online. Solusi yang dipilih adalah dengan mengadakan pengadilan internet.

Persengketaan online tersebut membuka pengadilan internet di Beijing, yang diuruskan di sana hanya tentang online. Yakni menyoal transaksi bisnis online, informasi personal online, dan kekayaan intelektual online.

BACA JUGA: Inspiratif, China Punya Program Revolusi Toilet

Dilansir dari CNET, China membuka Pengadilan Internet Beijing pada Sabtu (8/9/2018) tempo hari. Selain hal-hal di atas, pengadilan ini pun akan mengurusi sengketa yang melibatkan belanja onlne, kontrak layanan, peminjaman, hak cipta dan domain.

Wakil Presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing An Fende mengatakan, jumlah kasus yang berhubungan dengan Internet meningkat tinggi di China.

Dalam delapan bulan pertama tahun ini, pengadilan beijing dilaporkan mengurus 37.631 kasus online. Angka ini meningkat 24,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pengadilan Internet ini akan dibuka 24 jam sehari dan dilaporkan memiliki 38 hakim yang sangat berpengalaman. Setiap hakim memiliki pengalaman rata-rata 10 tahun.

Ada presiden pengadilan internet juga!

Presiden Pengadilan Internet, Zhang Wen mengatakan rincian persidangan dapat diakses secara online melalui ‘platform litigasi digital’. Platform ini memberikan informasi tentang proses dari setiap kasus, termasuk keputusan hukum.

BACA JUGA: Gegerkan Dunia, Pengadilan RI Hukum Penjara Korban Perkosaan Usia Dini  

Tahun lalu, pengadilan Internet pertama China dibuka di Hangzhou yang terletak di timur China. Pengadilan internet ketiga akan dilaporkan dibuka di Guangzhou bulan ini.

Pengadilan internet pertama di Hangzhou menangani 12 ribu kasus dan mengetuk palu 10,600 kasus.

SUMBER: CNET | CNN INDONESIA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.