Unik, Informatif , Inspiratif

#BasuraChallenge, Tantangan Baru yang Bermanfaat dan Tidak Berbahaya

0

Tantangan atau Challenge baru-baru ini mewarnai dunia maya. Challenge yang cenderung bersifat permainan ini kadang berisi sesuatu yang berbahaya atau tidak masuk akal. Namun, baru-baru ini ada satu tantangan baru yang berbeda.

Tantangan ini tak berbahaya, tapi justru bermanfaat, sebab melalui tantangan ini, peserta diminta  untuk membersihkan lingkungan dari sampah. Caranya, dengan mengunggah foto ‘before-after’.

Mengutip CBS News, Selasa (12/3/2019), tantangannya sederhana. Anda harus mengambil foto sebuah lokasi baik itu pantai, taman, jalan, atau di manapun yang penuh sampah. Setelah itu, Anda harus membersihkan lokasi tersebut dan memotret kembali tempat tersebut sesudah dibersihkan.

BACA JUGA: Pasca-Kiki Challenge, Kini Muncul Hot Water Challenge yang Lebih Berbahaya

Tren ini sendiri sebenarnya sudah pernah ada beberapa tahun lalu. Namun, sebuah unggahan di media sosial Facebook dari akun Byron Roman kembali membuatnya viral di dunia.

Sasaran dari tantangan ini adalah para remaja.

“Ini tantangan baru untuk para remaja yang sedang bosan,” tulis Roman dalam unggahan tersebut, “Ambil foto suatu area yang perlu dibersihkan atau dirawat, lalu ambil foto setelah Anda melakukan sesuatu dan unggah itu.”

Roman sendiri menamai “permainan” tersebut sebagai #Basurachallenge. “Basura” sendiri merupakan bahasa Spanyol untuk “sampah.”

“Remaja akhir-akhir ini membuat berita tentang Tide pod, Bird Box, dan Momo Challenge. Mungkin saya bisa menginspirasi orang untuk melakukan sesuatu yang positif,” kata Roman.

Unggahan tersebut tampaknya berhasil menginspirasi beberapa pengguna media sosial. Tagar Basurachallenge saat ini sudah mencapai lebih dari 1.700 unggahan di Instagram. Selain itu, banyak dari pengguna Twitter yang sudah melakukannya.

BACA JUGA: 10 Years Challenge, Sejauh Mana Diri Ini Bermanfaat?

Sementara itu, direktur kebijakan Ecology Action Centre (EAC) Mark Butler yang mengakui bahwa ide kampanye ini adalah sebuah inisiatif yang sangat baik, merasa itu belum cukup untuk mengurangi sampah plastik.

“Kita telah menjalankan kampanye anti-sampah dan kampanye bersih-bersih untuk waktu yang sangat lama dan plastik serta sampah masih terus berdatangan,” kata Butler sebagaimana dikutip dari The Star Halifax.

“Kita perlu melakukan lebih dari sekadar melakukan bersih-bersih sampah yang dibuang sembarangan. Kita perlu mematikan keran plastik,” tambahnya. []

SUMBER: THE STAR HALIFAX | CBS NEWS

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline