Bawaslu Larang Kampanye di Pesantren, Tim Jokowi-Ma’ruf Diminta Taat

0

Juru Bicara Prabowo-Sandi meminta Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menaati aturan terkait larangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mengatakan sekolah dan pesantren tidak boleh menjadi tempat kampanye. 

“TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Ma’ruf diharapkan menaati aturan larangan kampanye di sekolah dan pesantren. Kalau sekedar bertamu, silaturrahim, dan kuliah umum kan tidak masalah. Tapi kalau sudah ada kampanye dan penggiringan opini untuk memilih salah satu paslon, itu dapat dianggap pelanggaran,” ujar Juru Bicara Prabowo-Sandi, yang juga Wakil Sekjen DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA: Soal Fenomena Penjarahan Pascagempa di Palu, Ini Tanggapan Jokowi

Saleh juga meminta Bawaslu untuk memberikan sanksi atau peringatan, bagi peserta pemilu yang melanggar.

“Saya tidak tahu apa sanksinya. Bawaslu yang lebih tahu. Konsen kita, jika ada yang melanggar semestinya dijatuhi sanksi, atau paling tidak diberi peringatan,” kata Saleh.

Dia mengatakan masyarakat dapat menilai siapa peserta pemilu yang kerap melakukan kunjungan ke pesantren. Saleh meminta semua pihak untuk mentaati aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Ungkap Tujuan Beri Hadiah Rp 200 Juta Bagi Masyarakat yang Laporkan Pelaku Korupsi

“Soal siapa yang paling sering ke pesantren, semua sudah tahu. Silahkan kita semua menilai. Kita mengajak semuanya untuk taati aturan,” tuturnya. []

SUMBER: DETIK

Kamu Sedang Offline