kemampuan anak
Ramadan Tahun Ini, Shireen Sungkar Kenalkan Puasa pada Anak Pertamanya

Begini Cara Latih Kemampuan Anak Dalam Menyelesaikan Masalah

Memberikan semangat dan motivasi kepada anak adalah cara untuk mendukung anak dalam menyelesaikan masalahnya.

Kemampuan seseorang saat menghadapi masalah tentu berbeda-beda. Hal ini bergantung dari mental dan kebiasan saat masih kecil, baik masalah seperti pekerjaan rumah, tugas sekolah atau yang lebih kompleks, seperti bertengkar dan menyakiti temannya.

Sebenarnya anak butuh dilatih untuk berpikir tenang, logis dan kritis saat ia menghadapi masalah, di mulai yang paling sederhana saat si anak masih kecil seperti, ketika si kecil akan mengambil gelas di atas meja, namun karena meja tersebut terlalu tinggi biasanya orangtua selalu mengambilkannya.

Seharusnya orangtua menyesuaikan, dengan membuat meja khusus si kecil agar lebih mudah saa mengambil gelas tersebu.

Anne Rhein, seorang praktisi pendidikan mengatakan,” Begitu juga ketika anak berhadapan dengan pekerjaan sekolah yang rumit. Mungkin hasrat untuk membantu dengan mengerjakannya cukup tinggi, tapi di sinilah mental orangtua dan anak diuji, bagaimana sama-sama mencari jalan keluar dari masalah,” ujar Anne Rhein

Menurut Rhein, ada kalimat tertentu yang bisa melatih dan merangsang kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah.

Langkah pertama, tentunya orangtua harus siap melatih anak. Singkirkan dulu perasaan kasih dan tidak tega.

Jika anak menemui masalah, jangan langsung membantunya. Coba berikan semangat dan motivasi agar si kecil mencari cara untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Bisa dengan kalimat-kalimat berikut.

“”Ayo adik/ kakak, pasti bisa deh”,  kalimat ini untuk membangkitkan motivasi dan rasa percaya dirinya agar bisa menyelesaikan masalah

“Sebenarnya itu juga tak masalah”, jika anak sudah berusaha tapi hasilnya belum maksimal, bukan hal besar, setidaknya anak sudah mencari jalan keluar.

“Ayo coba lagi kalau gagal, semua orang mencoba berkali-kali”,  mental anak yang gagal biasanya menurun, beri tahu kalau semua orang pernah gagal dan terus mencoba lagi

“Tunjukkan mana bagian yang sulit”, ini untuk melatih si kecil memetakan masalah, ia jadi tahu apa yang paling rumit untuk diselesaikannya

“Kira-kira, kita harus bagaimana ya?”,  pertanyaan ini bisa diajukan untuk mengetahui solusi yang ada di kepala si kecil. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *