Foto: Utah Theatre Bloggers

Begini Sikap Seorang Muslim Menghadapi Orang yang Marah

Foto: Utah Theatre Bloggers

Konflik dengan orang lain memang tak bisa dihindari. Konflik itu bisa saja dengan teman, saudara, sahabat, keluarga atau bahkan dengan orang yang tidak Anda kenal sebelumnya. Tak dipungkiri, konflik ini juga bisa membawa seseorang terjerumus dalam api marah.

Seperti diketahui, marah itu datangnya dari setan. Dalam kondisi marah, hampir semua orang tak bisa mengendalikan dirinya sendiri, kecuali orang-orang yang berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga seringkali kita mendengar orang marah mengeluarkan kalimat kasar dan tidak pantas.

Kondisi saat marah sama halnya seperti orang mabuk. Kenapa? Mereka kerap kali tidak menyadari apa yang sedang dialami dirinya sendiri. Lalu, bagaimana cara menghadapi orang yang marah?

Ketika teman, saudara, sahabat atau keluarga Anda sedang marah, Anda jangan menghadapinya dengan kemarahan pula. Anda harus sabar menghadapi orang lain ketika marah.

Ingat, bahwa apa yang dikatakan atau dilakukan orang yang marah itu bukanlah dirinya, melainkan setan sedang menguasainya. Pada kondisi marah, tabiat seseorang tengah mendidih dan akalnya telah tertutupi.

Apabila Anda membalas atau merespon orang marah, maka sama halnya Anda sedang menegur orang pingsan. Namun, Anda bisa melihatnya dengan rasa kasih sayang dengan memahami keadaannya. Bagaimanapun juga, setelah kemarahan seseorang mereda, ia akan menyesal dengan apa yang sudah dialaminya.

Selain itu, hal yang bisa Anda lakukan ketika teman marah, minimal Anda bisa alihkan amarahnya pada sesuatu yang membuatnya tenang. Bisa juga dengan membiarkan orang yang marah untuk menghilangkan amarahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَما يَعْقِلُهَا إلَّا العالمون

“Dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu,” (QS. Al-Ankabut: 43). []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *