Unik, Informatif , Inspiratif

Belanda Nyatakan Hanya Akui Gaza dan Tepi Barat Tanah Kelahiran Warga Palestina

0

Setidaknya 136 negara dan Majelis Umum PBB telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, tetapi sebagian besar negara Uni Eropa menahan diri untuk melakukan hal itu sampai ada yang dinyatakan dalam kerangka perjanjian damai Palestina dengan Israel.

Namun, kini Belanda memberi pernyataan baru tentang tanah palestina itu. Menteri Luar Negeri Raymond Knops membuat pengumuman resmi di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat setempat. Pengumuman itu menyatakan bahwa pemerintah Belanda hanya mengakui Jalur Gaza dan Tepi Barat—termasuk Yerusalem Timur-sebagai tempat kelahiran resmi warga Palestina setelah pendirian negara Israel.

Pemerintah Belanda mengakui kedua wilayah itu sebagai asal mula kelahiran bagi mereka yang lahir setelah 15 Mei 1948 ketika mandat Inggris secara resmi berakhir dan negara Israel berdiri.

BACA JUGA: Mantan Politisi Belanda Yang Anti Islam Kini Jadi Mualaf

Kementerian Dalam Negeri merilis pernyataan yang diterbitkan pada hari Sabtu. Knops mengatakan Jalur Gaza dan Tepi Barat akan ditambahkan ke daftar wilayah yang diterima oleh catatan sipil Belanda.

Berdasarnya pernyataan itu, Knops mencatat bahwa kategori baru ini sesuai dengan sudut pandang Belanda bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah-wilayah tersebut.

Knoops mengatakan kategori baru mencerminkan ketentuan yang disepakati dalam Kesepakatan Damai Oslo yang ditandatangani antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1990-an dan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

Perlu diketahui bahwa saat ini pemerintah Belanda memberi orang Palestina dua pilihan ketika mendaftarkan tempat kelahiran mereka, yakni di catatan sipil Belanda—Israel atau tidak diketahui.

BACA JUGA: Belanda Bayar Warganya agar Naik Sepeda

Para warga Palestina pada 2014 pernah memprotes karena menempatkan Israel sebagai tempat kelahiran mereka.

Berdasarkan laporan kantor berita Belanda, Nos, yang dikutip Senin (11/2/2019), keputusan itu diambil setelah seorang pria Belanda asal Palestina menuntut pemerintah Belanda di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. Pria Belanda asal Palestina ini menuntut haknya untuk mendaftar sebagai warga kelahiran Palestina, bukan sebagai warga Israel.

Setidaknya 136 negara dan Majelis Umum PBB telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, tetapi sebagian besar negara Uni Eropa telah menahan diri untuk melakukan hal itu sampai ada yang dinyatakan dalam kerangka perjanjian damai Palestina dengan Israel. []

SUMBER: SINDONEWS | Nos


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline