Unik, Informatif , Inspiratif

Belanja Pakai Jastip? Ini Etikanya (2-Habis)

0

JASTIP dianggap sebagai konsep belanja yang ringkas dan mudah. Karena berbagai barang bisa didapat tanpa harus langsung pergi ke tempat atau toko yang menjualnya. Tinggal nitip saja kepada penyedia jastip.

Biasa penyedia jastip ini adalah orang yang sudah dikenal dekat. Tapi, ada juga penyedia jastip yang memang melayani semua orang, baik itu orang dekat maupun orang luar nun jauh disana.

Barang bisa dikirim via jasa ekspedisi dan pembayaran bisa dilakukan dengan transfer bank. Tanpa perlu saling tatap, transaksi jastip tetap bisa dilakukan.

Kendati demikian, tentu ada beberapa etika atau adab yang harus diperhatikan baik oleh penitip maupun penyedia jastip.

Berikut ini etika yang harus dijaga oleh seorang penyedia jastip:

Ramah

Ini kunci utamanya. Sama seperti usaha niaga lainnya, pelanggan adalah raja. Maka, pelayanan prima harus dijaga.

Penetapan fee

Fee merupakan uang jasa bagi yang diberikan penitip kepada penyedia jastip. Fee ini besarnya berbeda-beda, tergantung pada kesepaatan kedua belah pihak.

Related Posts

Namun, ada juga fee yang ditetapkan oleh penyedia jastip. Tiap jastip punya standar. Ada yang rendah, standar, sampai tinggi.

Tapi, ada juga jastiper yang mungkin baru merintis, mencari pasar, dan biasanya fee-nya murah untuk membangun kepercayaan lebih dulu.

Fee ini sifatnya mutualisme. karena pada intinya ini tentang kesukarelaan dan kesepakatan bersama.

Memperhatikan quality control barang

Quality control barang-barang sangat penting. Sebab, pelanggan berhak mendapatkan yang terbaik. Kalau pelanggan puas, ada peluang besar menjadikannya sebagai langganan.

Respons terhadap complain

Dalam sebuah usaha, bisa saja ada kendala. Begitu pun dalam jastip. Ada kemungkinan pelanggan mengajukan complain. Nah, saat ada complain jastiper harus menyikapinya dengan baik, mengakui, dan bertanggung jawab apabila ada kesalahan atau kekeliruan.

Bila barang cacat atau kosong

Kondisi pasar kadang sulit ditebak. Salah satunya, barang yang diinginkan penitip tidak ada alias kosong atau bahkan cacat. Nah, dalam situasi begini, baiknya ganti barang yang dipesan dengan produk yang sama atau refund uangnya. []

SUMBER: HAI BUNDA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline