Ibu siksa anaknya
Foto: Ibu siksa anaknya (money)

Belenggu, Rantai, dan Palu Godam untuk Penghuni Neraka

Di dalam neraka, Allah sediakan untuk para penghuni neraka sejumlah tali, belenggu, rantai, serta palu-palu godam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِيْنَ سَلَاسِلًا وَّأَغْلَالاً وَّسَعِيْرًا

“Sesungguhnya, Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Insân: 4)

Firman-Nya:

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالاً وَّجَحِيْمًا. وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا أَلِيْمًا

“Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” (QS. Al-Muzammil: 12–13)

BACA JUGA: Lakukan Ini, Niscaya Terhindar dari Api Neraka

Tali-tali belenggu itu diikatkan di leher mereka. Allah berfirman,

وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِى أَعْنَاقِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا هَلْ يُجْزَوْنَ إِلاَّ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Sabâ`: 33)

Firman-Nya:

إِذِ الْأَغْلَالُ فِى أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُوْنَ

“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret.” (QS. Al-Mu`min: 71)

Al-ankal adalah belenggu; disebut dengan al-ankal karena Allah menyiksa dan mengikat mereka dengan belenggu tersebut.

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا

“Sesungguhnya, pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat.” (QS. Al-Muzammil: 12)

Adapun salasil adalah bentuk lain dari macam-macam siksa yang digunakan untuk mengikat para penjahat sebagaimana diikatnya para penjahat di dunia.

Lihatlah gambaran yang dikisahkan oleh Al-quran al-Karim berikut:

خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ. ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُ. ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُ

“(Allah berfirman): ‘Peganglah ia lalu belenggulah tangannya ke lehernyakemudian masukkanlah ia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah ia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta’.” (QS. Al-Hâqqah: 30-32)

Untuk para penghuni neraka, Allah juga menyediakan palu-palu dari besi.

Palu-palu itu menghunjam para penjahat ketika mereka berusaha untuk keluar dari neraka kemudian merekapun kembali jatuh melayang ke dasar Neraka Jahannam.

Allah berfirman,

وَلَهُمْ مَّقَامِعُ مِنْ حَدِيْدٍ. كُلَّمَا أَرَادُوْا أَنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيْدُوْا فِيْهَا وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ

“Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan):‘Rasailah azab yang membakar ini’.” (QS. Al-Hajj: 21–22)

BACA JUGA: Ketika Penduduk Neraka Berkumpul dengan Sembahan dan Setan Mereka di Neraka

Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjauhkan kita dari siksa api neraka.

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar