Admin Dipenjara jika ada berita hoax
Foto: Admin Dipenjara jika ada berita hoax

Benarkah Admin Grup WA Dapat Dipenjarakan Jika Anggota Sebarkan Hoax?

Admin Dipenjara jika ada berita hoax
Foto: Admin Dipenjara jika ada berita hoax

INSPIRADATA. Di Malaysia, admin Grup Whatsapp dapat diberikan tindakan hukum seperti dipenjarakan, jika anggotanya menyebarkan konten yang mengandung berita hoax. Demikian disitat dari Republika, Jum’at (28/4/2017).

“Sesuai dengan undang-undang di bawah Akta Komunikasi dan Multimedia 1998 dapat memberikan tindakan terhadap admin yang diketahui salah satu anggotanya menyebarkan hoax,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Datuk Jailani Johari.

Menurut Johari, dalam akta tersebut berbagai kesalahan bisa dikenai tindakan seperti menyebarkan berita palsu, fitnah, menghasut, penipuan dan mengumumumkan informasi yang dilarang yaitu informasi di bawah Akta Rahasia Resmi (OSA).

“Jika terjadi hal tersebut, admin akan dipanggil untuk membantu kasus yang sama terkait tindakan yang diambil terhadap individu yang tergantung kepada fakta dan keterangan bagi setiap kasus,” ujar Johari.

Selain itu, Johari mengatakan berita palsu, tidak sahih atau bertujuan memfitnah, admin bertanggung jawab terhadap anggotanya. Sekiranya terbukti admin terkait secara langsung atau membiarkan informasi palsu itu disebar secara sengaja, dia akan dikenakan tindakan.

“Admin grup WhatsApp perlu lebih bertanggung jawab mengawal anggotanya supaya tidak menyebarkan informasi palsu dan seharusnya menjadi ‘kiper’ menepis berita tidak sahih sebelum disebarkan dalam aplikasi atau disebarkan di media sosial lain,” kata Johari.

Sementara itu, Wakil Presiden Gabungan Persatuan Pengguna Malaysia (FOMCA) Mohd Yusof Abdul Rahman berkata hukuman terhadap admin perlu dilaksanakan segera. Dia mengatakan penyebaran informasi palsu bukan saja menimbulkan kegusaran dalam kalangan masyarakat, tetapi juga mengganggu keamanan negara.

“Di India, pemerintah memperkenalkan undang-undang baru yang mana admin grup WhatsApp boleh dihukum penjara sekiranya anggota grup tersebut menyebarkan berita hoax,” kata Rahman.

Walaupun yang menyebarkan berita itu adalah anggota grup terkait, ujar dia, namun admin yang akan bertanggung jawab menerima hukuman karena dia tidak menghentikan dahulu berita palsu sebelum terus disebarkan.

BACA JUGA: 

Bambang Gentolet Tutup Usia Srimulat Kembali Berduka

Rahman mengatakan hukuman yang bakal dikenakan terhadap admin tersebut tidak seharusnya terlalu berat, melainkan diberi peringatan untuk kesalahan pertama.

“Banyak pendekatan lain boleh diambil untuk memantau penyebaran maklumat palsu seperti Akta Hasutan 1948, Akta Fitnah 1957, Akta Kriminalitas Komputer 1957 dan Kanun Keseksaan,” pungkasnya. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *