hukum wanita hamil tidak puasa
Foto: Shutterstock

Benarkah Ibu Hamil yang Konsumsi MSG Bahayakan Janin?

Ibu hamil biasanya berusaha sekali menghindari makanan yang ‘dicemari’ oleh vetsin atau monosodium glutamat (MSG). Sedangkan kenyataannya, penyedap masakan dengan harga murah ini, bisa diperolah gampang sekali.

Faktanya, penyedap masakan ini memang masih menjadi kontroversi, meski  tahun 1987,Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari Badan Pangan Dunia milik PBB serta WHO, menempatkan MSG dalam kategori bahan penyedap masakan yang aman dikonsumsi dan tidak berpengaruh pada kesehatan tubuh. Pernyataan ini diperkuat oleh European Communiities Scientific Committee for Foods, pada tahun 1991.

MSG adalah senyawa gabungan dari sodium/natrium (garam), asam amino glutamat dan air. Penegas citarasa gurih (dalam bahasa Jepang dikenal umami) ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat. Kemudian, dilakukan penambahan garam sehingga mengkristal. Itu sebabnya, MSG sering ditemukan dalam bentuk kristal putih.

Lalu apakah MSG aman dikonsumsi oleh ibu hamil? Bukti secara klinis memang belum ada. Namun, FDA menganggap bahwa salah satu bumbu masakan ini aman-aman saja buat ibu hamil. Jadi sebenarnya belum terbukti bahwa ibu hamil yang mengonsumsi makanan mengandung MSG akan melahirkan bayi yang mengalami gangguan kesehatan.

Penelitian baru dilakukan terhadap tikus hamil yang diberi MSG bubuk dalam dosis tinggi (4 mg/hari). Hasil penelitian yang dimuat Jurnal Brain Research, 2003, ini menunjukkan MSG mampu menembus plasenta, dan otak janin menyerap MSG dua kali lipat daripada otak induknya. Sepuluh hari setelah lahir, anak-anak tikus ini lebih rentan mengalami kejang dibanding anak dari induk yang tidak mengonsumsi MSG.

Mengingat apa pun yang dikonsumsi ibu akan disalurkan oleh plasenta ke janin, maka sebaiknya ibu hamil mengurangi konsumsi MSG. Mungkin saja bahan asam glutamatnya tidak berakibat apa-apa, tapi kandungan garamnya dapat mengikat cairan di dalam tubuh sehingga menyebabkan pembengkakkan tubuh dan meningkatkan tekanan darah. []

Sumber: parenting.co.id


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *