Unik, Informatif , Inspiratif

Benarkah Konflik di Suriah- Irak Segera Berakhir? (bagian 1)

0

Rencana Trump menarik pasukannya dari Suriah mengundang pro dan kontra. Uni Eropa menyayangkan rencana Trump ini, karena dengan angkat kakinya tentara AS dari Suriah, itu berarti memberi peluang Iran semakin merapat pada pemerintahan Suriah. rencana penarikanpasukan AS mengundang kekhawatiran bahwa ISIS bisa menguasai Suriah kembali.

Dalam pertemuan di Departemen Luar Negeri AS tersebut Trump mengatakan biarpun sisa-sisa pasukan ISIS masih berbahaya tapi ia bertekad untuk membawa pulang pasukan AS.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memprediksi ISIS akan kehilangan seluruh wilayah mereka di Irak dan Suriah pada pekan depan. Trump meyakinkan bahwa AS tidak akan berhenti memerangi sisa-sisa pasukan ISIS meskipun ia ingin menarik pasukan AS dari Suriah, sebuah keputusan yang sangat ditentang sebagian besar penasihat pertahanannya.

BACA JUGA: Penasihat Khamenei Imbau AS Keluar dari Suriah

Trump di depan 79 perwakilan negara anggota koalisi anti-ISIS, Kamis (7/2) berbicara untuk meyakinkan: “Harusnya diumumkan dalam waktu dekat, mungkin pekan depan, kami akan memiliki 100 persen wilayah kekhalifan ISIS.”
Selama beberapa pekan terakhir pejabat-pejabat AS menyatakan bahwa ISIS sudah kehilangan 99,5 persen wilayah mereka. Kini kekuasaan ISIS di Suriah kurang dari 5 kilometer persegi. Wilayah tersebut berada di desa-desa di Lembah Sungai Eufrat Tengah.

Trump dengan pasti berkata: “Ini bukan akhir perlawanan Amerika, perang ini akan kami lanjutkan bersama Anda.”

BACA JUGA: Bangunan Romawi Kuno Ini Selamat dari Perang Suriah

Dikutip AP, ia meminta anggota-anggota koalisi lainnya untuk ambil bagian dalam peperangan melawan terorisme. Dukungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada keputusan Trump ini membuat anggota-anggota koalisi anti-ISIS terkejut.

Keputusan Trump menarik pasukan dari Suriah juga menyebabkan Menteri Pertahanan Jim Mattis dan Utusan AS untuk koalisi anti-ISIS Brett McGurk mengundurkan diri. Kini petinggi-petinggi militer AS menghadapi kekhawatiran yang baru.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline