Unik, Informatif , Inspiratif

Benarkah Konflik di Suriah- Irak Segera Berakhir? (bagian 2)

0

Rencana Trump menarik pasukannya dari Suriah mengundang pro dan kontra. Uni Eropa menyayangkan rencana Trump ini, karena dengan angkat kakinya tentara AS dari Suriah, itu berarti memberi peluang Iran semakin merapat pada pemerintahan Suriah. rencana penarikanpasukan AS mengundang kekhawatiran bahwa ISIS bisa menguasai Suriah kembali.

Pejabat-pejabat militer AS berusaha menunda keinginan Trump tersebut. Menurut mereka ISIS masih menjadi ancaman nyata dan berpotensi untuk terbentuk dan berkembang kembali.

Sebagaimana diketahui kebijakan militer luar negari AS mengharuskan pasukan berada di medan perang sampai seluruh kelompok teror binasa.

BACA JUGA: 40 Ribu-an Warga Suriah Telah Kembali dari Turki

Kekhawatiran ISIS akan melakukan manuver strategis setelah semua pasukan AS ditarik, membuat Trump dihujani kecaman.

Kecaman yang sama pernah ia sampaikan ke Presiden AS Barack Obama saat menarik mundur pasukan dari Afghanistan.
Kepada anggota koalisi anti-ISIS, Pompeo mengatakan rencana penarikan pasukan ini ‘tidak akan mengubah misi utama koalisi’. Tapi hanya mengubah taktik untuk melawan kelompok yang masih dianggap sebagai ancaman.

“Dalam era baru ini, pihak berwajib setempat dan pembagian informasi menjadi sangat krusial, dan perlawanan kami tidak harus selalu mengedapankan militer,” tutur Pompeo.

BACA JUGA: Bangunan Romawi Kuno Ini Selamat dari Perang Suriah

Pada hari Rabu (6/2) pejabat senior militer AS memberitahu Kongres penarikan pasukan akan memperumit upaya mereka. Kepada Komite Pelayanan Militer House Of Representative pejabat militer AS, Asisten Sekretaris Pertahanan Operasi Khusus Owen West mengatakan ia memiliki penilaian yang sama dengan Jim Mattis.

Dalam sidang yang sama Wakil Direktur Operasi Pasukan Gabungan AS Mayor Jendral James Hecker mengatakan penarikan pasukan akan mempersulit upaya militer AS untuk terus menekan ISIS. Ia mengatakan akan terjadi penurunan tekanan di Suriah.

“Kekhawatirannya adalah jika kami mengeluarkan pasukan dari Suriah mungkin akan menghentikan tekanan kepada pasukan ISIS di Suriah, jadi misi kami adalah mencari tahu apa yang bisa terus kami lakukan untuk memberi tekanan di Suriah tanpa ada pasukan di lapangan.” ujar Hecker.

Hecker mengatakan penarikan pasukan akan juga memberatkan pihak lain. Tapi dalam pernyataannya, ia tidak menjelaskan pihak mana yang ia maksudkan.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.