Unik, Informatif , Inspiratif

Benarkah Pinggiran Roti Lebih Sehat?

0

Ahli gizi sekaligus jurnalis kesehatan CNN, Lisa Drayer sempat bertanya-tanya apakah dia melakukan tindakan buruk terhadap anak-anaknya dengan memotong roti isi mereka menjadi bentuk yang lucu dan menghilangkan pinggiran roti?

BACA JUGA: Kekuatan Istighfar Sang Penjual Roti yang Getarkan Langit

“Ini adalah mitos yang cukup umum,” kata ilmuwan makanan dan ahli diet terdaftar, Wesley Delbridge dari Academy of Nutrition and Dietetics.

Menurutnya, pinggiran roti jelas memiliki nutrisi dan rasa berbeda dinandingkan roti itu sendiri. Pinggiran roti berwarna cokelat yang merupakan reaksi kimia memang membuatnya lebih lezat. Reaksi itu mengubah komposisi kimia dari kerak roti dan membuatnya terlihat serta memiliki rasa yang berbeda dari bagian dalam.

BACA JUGA: Karena Tak Libur, Tukang Roti di Perancis Didenda 51 Juta Rupiah

“Tetapi itu tidak selalu membuat kerak lebih menyehatkan,” lanjutnya.

Menurut Delbridge, penelitian menunjukkan bahwa reaksi kimia yang menyebabkan pinggiran roti menjadi kecokelatan berhubungan dengan antioksidan dan juga zat kimia karsinogenik yang disebut akrilamida.

“Dalam kerak roti, ada promotor kanker dan pejuang kanker. Ini seperti ada pertempuran yang sedang berlangsung. Siapa yang memenangkan pertempuran? Saya tidak yakin. Tapi apa pun yang terjadi atau bereaksi benar-benar marjinal,” kata Delbridge.

Dia menyarankan orang tua seharusnya tidak merasa bersalah jika anak-anak mereka tidak mau memakan pinggiran roti karena hal itu pun tidak terlalu penting.

BACA JUGA: Kisah Ajaib Pedagang Roti

Bagaimanapun, roti whole-grain atau roti buatan sendiri, mungkin lebih baik dari roti tawar yang kaya gula dan pengawet. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.