foto: liputan6.com

Benarkah Pohon Bisa Menangis?

INSPIRADATA. November 2016 (11/2016) lalu, netizen dihebohkan oleh sebuah fenomena yang terjadi pada sebuah pohon di Magelang, Jawa Tengah. Pohon sengon bernama latin Albizia chinensis itu membuat heboh karena mengeluarkan bunyi seperti rintihan orang menangis.

Bagaimana bisa sebuah pohon menangis?

Fenomena ‘pohon menangis’ ini ternyata bukan lah hal baru. Dilansir dari liputan6.com, temuan di Dusun Kalipeh, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Magelang itu mirip dengan kejadian yang diteliti oleh peneliti asal Prancis dari Grenoble University. Fenomena ‘pohon menagis’ tersebut dinamakan dengan cavitations.

Cavitations sebenarnya sebuah sinyal bahwa sebatang pohon butuh air. Namun, suara tersebut hanya bisa dideteksi oleh mikrofon khusus karena pendengaran manusia tidak bisa menjangkaunya seperti yang dikatakan oleh hasil penelitian tersebut.

Frekuensi suara yang bisa ditangkap telinga manusia sangat terbatas, sekitar 20 hingga 20 ribu hertz. Karena itu, manusia tidak pernah tahu bahwa pohon pun bisa mengeluarkan suara.

Sebuah tim yang dipimpin fisikawan Prancis, Philippe Marmottant, dari Grenoble University, telah membuat rekaman pertama dari pohon yang sedang terengah-engah karena air. Sama seperti manusia yang bersuara saat mereka menghirup udara, pohon juga membuat suara ultrasonik bermunculan.

Dari mana suara pada pohon muncul?

Pohon mengambil air dari tanah melalui sistem akar mereka. Upaya untuk menarik air dan kelembapan ini dari tanah menciptakan gelembung udara.

“Kami bisa melacak artikulasi gelembung, dan apa yang kami temukan adalah mayoritas suara yang didengar terkait dengan gelembung,” kata Marmottant.

Para peneliti menggunakan sampel irisan kayu pohon pinus mati yang diberi banyak hidrogel. Kondisinya dibuat semirip mungkin seperti pohon hidup.

Gel tersebut mulai mengering karena pengaruh lingkungan. Dari sini peneliti mendengarkan kayu yang mulai memunculkan suara. Kebisingan tersebut berasal dari gelembung udara yang naik kemudian menghilang. Proses inilah yang disebut dengan cavitation atau kavitasi


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *