Unik, Informatif , Inspiratif

Benarkah Semangka Berongga Berbahaya Jika Dimakan?

0

Buah semangka cocok dikonsumsi ketika cuaca panas. Dengan kandungan air yang banyak dan rasanya yang manis, tak heran jika semangka disukai banyak orang. Namun apakah Anda pernah membaca artikel bahwa semangka yang mempunyai lubang di tengahnya berbahaya bagi kesehatan? Jika pernah, sebaiknya Anda simak penjelasan di bawah ini. 

Dalam kabar yang beredar, semangka yang retak atau berongga dagingnya disebabkan oleh banyaknya pestisida yang mengandung forchlorfenuron yang disemprotkan oleh petani. Bahan ini disebut untuk mematangkan buah lebih cepat sehingga dapat menekan biaya produksi.

Semangka dengan ciri-ciri seperti itu disebut bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti masalah pada kulit, masalah pernafasan, masalah pada perut janin. Oleh karena itu, wanita hamil dilarang untuk mengonsumsi buah atau sayur hasil pemupukan dengan forchlorfenuron ini, sebab bisa meningkatkan risiko kelainan pada fungsi pencernaan janin.

BACA JUGA: Jenis Semangka Hingga 1,2 Ribu

FAKTA

Retak atau rongga pada daging buah semangka biasa disebut hollow heart. Bentuk hollow heart dapat bervariasi bahkan ada yang terlihat seperti dipahat.

Menurut aturan inspeksi dari Departemen Pertanian AS, hollow heart pada semangka disebabkan oleh pertumbuhan buah yang sangat cepat yang biasanya terjadi pada musim hujan. Walaupun semangka ukuran besar cenderung lebih mudah mengalaminya, hollow heart juga dapat menyerang semangka berukuran kecil.

Dalam penelitiannya, Gordon Johnson, seorang Extension Eruit & Vegetable specialist dari University of Delaware, menyatakan bahwa penyebab adanya hollow heart pada semangka berhubungan dengan fase penyerbukan atau polinasi. Hormon tumbuhan memegang peran penting dalam hal ini.

Menurutnya, penyerbukan yang tidak baik dapat mengurangi produksi hormon tumbuhan yang mengontrol perkembangan jaringan pada semangka yang berujung pada hollow heart. Penyebab lainnya adalah cuaca yang dingin dan musim penghujan yang dapat mengurangi kinerja lebah dalam proses penyerbukan.

Karena hollow heart pada semangka bukanlah penyakit, melainkan kegagalan dalam proses pertumbuhannya, semangka yang terkena hollow heart dinyatakan aman untuk dimakan.

BACA JUGA: Inikah Alasan Rasulullah SAW Gemar Makan Buah Semangka?

Forchlorfenuron sendiri adalah salah satu jenis sitokinin, atau sekelompok hormon tumbuhan dan zat pengatur tumbuh yang mendorong terjadinya pembelahan sel (sitokinesis) pada tanaman. Penggunaan forchlorfenuron tidak berbahaya baik untuk lingkungan, hewan maupun manusia.

Kesimpulannya, semangka yang memiliki rongga pada dagingnya tidak berbahaya untuk dimakan. Rongga pada semangka atau yang disebut dengan hollow heart bukanlah disebabkan zat forchlorfenuron melainkan oleh gagalnya proses penyerbukan.

Forchlorfenuron tidak berbahaya bagi manusia seperti yang dikabarkan, zat tersebut bahkan dilegalkan penggunaannya di Amerika Serikat untuk buah anggur dan kiwi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim di atas adalah hoaks. []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.