Unik, Informatif , Inspiratif

Benarkah Roti dari Tepung Kecoak Lebih Bergizi daripada Roti Gandum?

0

 

, Benarkah Roti dari Tepung Kecoak Lebih Bergizi daripada Roti Gandum?
Foto: Roti gandum (Liputan 6)

INSPIRADATA. Roti adalah makanan mengandung karbohidrat yang biasa dimakan ketika sarapan ataupun sebagai camilan. Roti sendiri kini dibuat dengan banyak varian rasa, mulai dari rasa stoberi, cokelat, keju, mocca dan masih banyak lagi.

Mungkin anda sudah tak asing lagi dengan bahan dasar roti, dan sudah pasti menyebutkan bahwa roti terbuat dari tepung gandum. Karena produsen roti biasa menulis komposisi produk dalam kemasan.

Namun, baru-baru ini ilmuan makanan di Brasil telah membuat terobosan baru yaitu, berhasil mengubah sebuah spesies kecoak menjadi tepung dan menggunakannya sebagai bahan membuat roti.

Dilansir oleh brilio.net, Andressa Lucas dan Lauren Menegon, dua mahasiswa teknik di Universitas Federal Rio Grande, di Brazil, telah mengembangkan tepung yang terbuat dari kecoak yang mengandung 40% protein lebih dari tepung terigu biasa dan dapat digunakan untuk membuat semua jenis makanan yang dipanggang. Tepung itu juga mengandung banyak asam amino esensial, serta asam amino dan lipid.

Menurut kedua ilmuan ini, mereka tidak mengambil sembarangan kecoak. Untuk dijadikan tepung kecoak mereka hanya mengambil kecoak jenis Nauphoeta cinerea. Sehingga kecoa yang di pakai terjamin kesterilisasiannya.

Mereka menggunakan kecoa yang diternak khusus hanya memakan buah-buahan dan sayuran, dan mereka produksi sesuai dengan persyaratan kebersihan dari ANVISA.

, Benarkah Roti dari Tepung Kecoak Lebih Bergizi daripada Roti Gandum?
Foto: roti tepung kecoak (Brilio.net)

“Kami memilih kecoak karena ia adalah serangga yang memiliki kadar protein tertinggi yakni hampir 70 persen. Ia berisi delapan dari sembilan asam amino esensial, memiliki asam lemak berkualitas tinggi (seperti omega-3 dan omega-9) dan kita dapat menggunakan hampir 100 persen itu, dengan sangat sedikit residu,” kata dua ilmuwan.

Mereka pun menjelaskan alasan mereka memilih kecoak sebagai sumber pengganti gandum.

“Serangga sangat efektif dalam mengkonversi apa yang mereka makan dalam struktur gizi yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Karena mereka merupakan sumber kaya protein, mereka bisa memperkaya diet manusia, terutama bagi orang yang menderita gizi buruk, dan dengan mengonsumsi mereka dapat membantu mengurangi dampak negatif lingkungan ternak, karena memerlukan sedikit ruang dan menghasilkan lebih sedikit polusi, sehingga faktor ini cukup untuk meyakinkan kami untuk memulai penelitian,” ujar kedua ilmuan.

Lucas dan Menegon melakukan penelitian dan menemukan bahwa roti yang mengandung 10% tepung kecoak mengalami peningkatan protein 49,16 persen, bila dibandingkan dengan roti yang hanya dengan tepung terigu.

Menariknya, semua orang yang mencicipi roti yang dibuat dengan tepung kecoak itu mengatakan bahwa mereka hampir tidak mendeteksi adanya perbedaan rasa dan ketika dikombinasikan dengan lebih banyak bahan, seperti sereal bar atau kue, bahkan lebih sulit untuk dideteksi perubahan rasanya.

Namun, Andressa Lucas dan Lauren Menegon juga telah menemukan bahwa kebanyakan orang masih tidak nyaman dengan ide serangga sebagai sumber makanan. Ketika mereka meminta orang-orang untuk mencicipi roti khusus mereka dan mengatakan kepada mereka itu berisi tepung kecoa, mayoritas dari mereka memilih untuk tidak mencicipinya. Dua ilmuwan itu berharap bahwa persepsi masyarakat akan berubah seiring dengan berjalannya waktu, dan saat ini mereka juga tengah bereksperimen dengan serangga lain, seperti jangkrik dan kumbang.


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.