Unik, Informatif , Inspiratif

Berapa Banyak Kita Boleh Makan Gorengan?

0

Cita rasa di Indonesia sudah akrab dengan gorengan. Apapun jenisnya itu dan kapanpun. Namun, makanan satu ini memiliki batasan-batasan tertentu dalam menikmatinya.

Ya, di balik nikmatnya gorengan, ada risiko terkena berbagai penyakit berbahaya seperti obesitas dan sebagainya jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya. Lalu, berapa banyak yang boleh kita makan?

BACA JUGA: Ternyata Makan Timun Campur Nasi Goreng Berbahaya, Ini Siasatnya!

Seperti dilansir Doktersehat, Pakar kesehatan gizi, Made Krisna Dewi, SGz menyebutkan bahwa di dalam gorengan, terdapat kolesterol dan lemak.

Sebenarnya, dua kandungan ini juga dibutuhkan tubuh, khususnya bagi pembentukan energi dan proses yang berlangsung dalam otak. Sayangnya, karena dikonsumsi dengan berlebihan, maka kita akan mendapatkan dampak buruk bagi kesehatan.

Di dalam sepotong gorengan, kita sebenarnya bisa menemukan satu sendok minyak. Padahal, batas maksimal konsumsi minyak dalam sehari adalah 6 sendok teh.

Tidak lebih dari 6 potong per-hari

Hal di atas berarti, ada baiknya kita membatasi asupan gorengan tidak sampai 6 potong dalam sehari. Jika kita mengkonsumsi gorengan lebih dari anjuran tersebut, maka kita bisa mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah atau stroke.

Hanya saja, ada baiknya kita juga memperhatikan minyak seperti apa yang dipakai oleh penjual gorengan saat memasaknya. Jika sampai gorengan dimasukkan dalam minyak yang sudah berulang kali digunakan, maka minyak ini mengandung racun dan bersifat karsinogen yang bisa memicu kanker.

Ada baiknya kita tidak mengkonsumsi gorengan yang dimasak dengan minyak tersebut.

BACA JUGA: Makan Nasi Goreng Malam-malam, Awas Kelebihan Kalori

Selain itu, jangan membungkus gorengan dengan koran atau plastik, apalagi jika gorengan masih dalam kondisi panas karena kandungan tinta koran dan bahan vinil dari plastik bisa terserap ke dalam gorengan dan jika masuk ke dalam tubuh, bisa memicu kanker. []

SUMBER: DOKTERSEHAT


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline