Unik, Informatif , Inspiratif

Berapa Jumlah Peserta Reuni 212?

0 88

Reuni 212, berupa aksi damai tetap menjadi fenomena menarik, walau ini sudah menjejaki tahun ke 2, sejak aksi 212 tahun 2016 yang lalu. Bagaimana tidak menjadi kajian menarik, mengingat jumlah dan asal peserta yang hadir.

Tumpah ruah penumpang di statsiun kereta api, ataupun rombongan yang datang mungkin mudah melakukan estimasi jumlah. Tapi untuk yang datang secara mandiri, tentu berbeda kasusnya.

Panitya 212 memperkirakan bahwa ada tiga juta jiwa yang hadir saat aksi damai itu berlangsung. Tapi angka ini masih menjadi perdebatan.

Ketua Media Center Reuni 212 Novel Bamukmin memperkirakan tiga juta orang menghadiri Reuni 212 yang diselenggarakan di Monas, Jakarta, Ahad (2/12). Novel mengatakan, Reuni 212 merupakan ajang kebersamaan.

Novel menjelaskan, pihaknya mengestimasi bahwa ada tiga juta peserta reuni aksi damai 212 yang hadir. Novel juga menjelaskan, para peserta sudah berdatangan sejak Sabtu siang dari sejumlah penjuru daerah.

BACA JUGA: Raja Juli: Reuni 212 Hanya Mungkin Terjadi di Negara Demokratis

Bahkan, pihaknya menyediakan posko untuk tempat menginap peserta di sejumlah masjid yang ada di sekitar Monas.

Pada tahun 2016, saat aksi ini dilakukan untuk pertama kalinya, diperkirakan ada tujuh juta orang yang datang. Sangat dipahami, karena saat itu adalah momen penting. Yaitu saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mundur dari jabatannya akibat kasus penistaan agama.

Tidak ada agenda politik

Selain memperingati aksi 212 yang dilakukan 2016, aksi damai 212 tahun ini juga menjadi ajang wisata religi yang dapat dihadiri oleh semua pemeluk agama.
Ditekankan berkali-kali dalam berbagai media, bahwa ajang 212 tahun ini tidak ada muatan politik, sebagaimana yang banyak ditudingkan orang.
“Tidak ada boleh bendera lain, selain bendera Merah Putih dan bendera tauhid,” tegas dia.

Jumlah tiga juta yang disebut Novel bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit. Tapi, menumpuknya peserta reuni di sekitar Jalan Medan Merdeka pada pagi dan siang hari bisa menjadi catatan. Mereka menumpuk lantaran tidak bisa lagi masuk ke dalam area Monas yang sudah dipadati lautan peserta reuni.

BACA JUGA: Ternyata Aksi 212 Tidak Hanya Dilaksanakan di Indonesia, Lho…

Salah seorang peserta reuni, Fajar Ilham, menilai, massa yang hadir dalam Reuni Akbar 212 kali ini lebih banyak dibandingkan aksi pada 2016. Fajar yang juga ikut dalam aksi massa 212 dua tahun lalu mengaku merasakan betul membeludaknya peserta Reuni 212 kali ini.

“Ini lebih banyak daripada 212 pada 2016, luar biasa, dari Jati Baru, Tanah Abang, samping BI sampai Sudirman saya dua tahun lalu mobil bisa taruhdi BSM Sudirman, sekarang stuck di parkir depan Hotel Millenial,” kata Fajar

Fajar yang datang sejak pagi pun tidak bisa memasuki Monas dan hanya berada di sekitar Monas. Kendaraannya pun ia parkir jauh dari Monas.

Ia menuturkan, banyak peserta Reuni 212 kali ini yang bukan peserta pada aksi 212 dua tahun lalu. Membludaknya peserta 212 ini disebabkan juga karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari minggu, atau hari libur.

Orang yang tidak hadir pada aksi 212 sebelumnya, dapat hadir kali ini karena libur.
Selain itu, pria yang merupakan tenaga ahli DPR itu menilai banyaknya massa yang datang dalam Reuni 212 tersebut sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT. “Cinta Illahi Allahu Rabbi yang menyatukan kami, 212,” ungkapnya.

Jadi klaim jumlah menurut panitya dan peserta berbeda. Begitu juga dengan Klaim Polri. Menurut Polri, jika Reuni 212 hanya dihadiri puluhan ribu mendapat cibiran warganet. Meski ruas jalan menuju Monas sesak dengan lautan manusia berpakaian serbaputih dengan membawa bendera tauhid, Polri berpendapat jumlah massa hanya sekitar 40 ribuan orang.

BACA JUGA: Rocky Gerung: Pers Nasional yang Tak Siarkan Reuni 212 Sama dengan Penggelapan Sejarah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa reuni 212 berlangsung sangat kondusif. Hal ini merupakan keberhasilan kerja sama Polri dan TNI yang mengamankan kegiatan tersebut.

Selain karena kerja sama Polisi dan TNI, peran para peserta Reuni Akbar 212 yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara, membuat keberhasilan acara ini. Menurut Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, masyarakat semakin sadar dan cerdas bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline