Berapa Rakaat Ba'diyah Shalat Jumat?
Foto: republika.

Berapa Rakaat Ba’diyah Shalat Jumat?

Shalat sunnah ba’diyah merupakan shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Pelaksanaan shalat ba’diyah sendiri ada yang 2 rakaat atau 4 raka’at.

Tapi, bagaimana dengan shalat sunnah ba’diyah jumatan? Bagi beberapa laki-laki yang melaksanakan shalat jumat pasti pernah merasakan kegalauan yang sama. Apakah shalat sunnah badiyah itu 2 rakaat atau 4 ya?

BACA JUGA: Agar Rajin Shalat Malam, Begini Caranya

Terkait jumlah rakaat ba’diyah shalat jumat terdapat beberapa riwayat hadits yang berbeda menanggapinya.

1. 2 Rakaat

Dinyatakan di dalamnya bahwa Beliau melakukan shalat 2 rakaat. Ibnu Umar mengatakan, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak melaukan shalat ba’diyah jumat sampai beliau pulang. Lalu beliau shalat 2 rakaat.” (HT Bukhari dan Muslim)

2. 4 Rakaat

Dari Abu hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian selesai shalat jumat, kerjakanlah shalat 4 rakaat setelahnya. (HR Muslim)

3. Boleh memilih 2 rakaat atau 4 rakaat

Ibnu Qudamah menukil keterangan Imam Ahmad dalam l-Mughni, “Jika mau, boleh shlat setelah jumatan 2 rakaat dan jika mau, bisa shalat 4 rakaat.”

4. 4 Rakaat di Masjid dan 2 Rakaat Jika di Rumah

Ibnu Qoyim menukil keterangan gurunya. Guru kami, Abul Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan, “Jika shalat ba’diyah jumat dikerjakan di masjid, jumlahnya 4 rakaat. Dan jika dikerjakan di rumah, dilakukan 2 rakaat.”

5. Dianjurkan 6 Rakaat

BACA JUGA: Apa Hukumnya Bersiwak Setiap Hendak Shalat?

“Ketika Ibnu Masud mendatangi kami, belau memerintahkan untuk mengerjakan shalat ba’diyah jumatan 4 rakaat. Ketika Ali datang, beliau memerintahkan kami untuk mengerjakannya 6 rakaat. Kamipun mengikuti pendapat Ali dan meninggalkan pendapat Ibnu Masud. Ali mengerjakannya 2 rakaat salam, kemudian 4 rakaat. (HR Ibnu Abi Syaibah)

Dalam hal ini sebagian ulama mengatakan, ada kelonggaran untuk mengerjakan shalat sunnah ba’diyah. Bisa dikerjakan 2 rakaat atau 4 rakaat.
Wallahu a’lam []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *