Inspirasi dan Data

Beredar Kabar Penelantaran Jemaah Haji, Ternyata Sebenarnya…

0 62

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikabarkan menelantarkan jemaah haji asal Jember, Jawa Timur, Slamet bin Toryeh, yang tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Surabaya (SUB 27). Isu penelantaran jemaah haji ini pun menjadi viral di media sosial. Akan tetapi, ternyata kabar tersebut tidaklah benar, setelah dilakukan penelusuran lapangan.

“Kami sejak awal kedatangan beliau ke Madinah sudah memonitornya. Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya,” kata anggota Perlindungan Jemaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi, saat menemui Slamet bin Toryeh di kamar 802 Hotel Al-Mukhtarah Tower, Madinah, Kamis (10/82017).

“Saya yang mengantarkan Pak Slamet ke Masjid Nabawi. Keadaannya memang begitu. Pak Slamet tidak kuat panas, pun tidak kuat dingin. Sehingga tidak kuat kalau dibawa ke dalam Masjid,” lanjut Alpan.

Menurutnya, tadinya, di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Slamet ngotot untuk menjalani Arbain. Dia merasa, jika tidak menjalani Arbain, ibadah hajinya kurang afdlal. Slamet kemudian tidak ngotot lagi setelah diberi penjelasan. Ia lalu memilih untuk beribadah di hotel ditemani istrinya yang tampak sabar dan setia menunggu.

Sejak 3,5 tahun lalu, jemaah yang telah berkepala 7 ini menderita penyakit stroke, sehingga kini ia tidak bisa berdiri tegap lagi. Untuk kegiatan ibadah di luar hotel, Slamet membutuhkan bantuan kursi roda.

“Saya langsung yang beberapa kali antar beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini kalau di dalam masjid tidak kuat AC, sedangkan di luar masjid tidak kuat panas. Saya selalu tanya beliau mau salat di mana, lalu saya antar,” tambah Alpan, seperti dilansir Kementrian Agama RI.

Slamet juga memang mengaku tidak tahan panas maupun dingin. “Badan suka terasa sakit semua,” katanya dalam bahasa Madura.

Slamet pun kini memilih untuk melaksankaan ibadahnya di hotel dan tidak memaksakan diri ke Masjid Nabawi. Dia ditemani istrinya, Juwaria Nino.

Dokter kloter SUB 27, Gini Wuryandari, juga membantah ada penelantaran jemaah atas nama Slamet bin Toryeh. Jemaah tersebut, menurutnya, sudah mendapatkan pendampingan petugas haji sejak awal .

“Dari embarkasi sudah kami fasilitasi dengan kursi roda. Sejak naik bus sampai naik pesawat kami dampingi. Bahkan didudukkan di kelas bisnis bersama istrinya,” kata Gini.

Di Bandara AMAA Madinah pun begitu. Saat pemeriksaan imigrasi, jamaah dibawa dengan kursi roda dan didahulukan Petugas Haji Daker Bandara.

“Sampai di kamar kami juga melakukan visitasi sehari sekali. Mungkin jamaah yang lain tidak melihat kami mengunjungi Pak Slamet, karena sedang salat di Masjid Nabawi,” tutur Gini. []

loading...
loading...
Comments
Loading...