, Berhutang? Awas, Perhatikan 8 Bahayanya Ini
Unik, Informatif , Inspiratif

Berhutang? Awas, Perhatikan 8 Bahayanya Ini

0

Dalam Islam, hutang dikenal dengan istilah Al-Qardh. Yang secara etimologi berarti memotong sedangkan dalam artian menurut syar’i bermakna memberika harta dengan dasar kasih sayang kepada siapa saja yang membutuhkan dan akan dimanfaatkan dengan benar. Yang mana nanti harta tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang yang memberikannya.

Hukum hutang piutang dalam Islam

Hukum hutang piutang dalam islam adalah boleh. Allah SWT berfirman ; “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS . Al-Baqarah ayat 245).

Syarat hutang piutang dalam islam

1. Harta yang dihutangkan adalah jelas dan murni halal
2. Pemberu hutang tidak menungkit-ungkit masalah hutang dan tidak menyakiti pihak yang piutang (yang meminjam).
3. Pihak yang piutang (peminjam) niatnya adalah untuk mendapat ridho Allah dengan mempergunakan yang dihutang secara benar.
4. Harta yang dihutangkan tidak akan memberi kelebihan atau keuntungan pada pihak yang mempiutangkan.

Bahaya sikap piutang

1. Menyebabkan stres

Tidak salah lagi jika seorang yang berhutang sering kali merasa stres dengan masalah hutang. Kesulitan untuk tidur, pikirang tidak fokus, dan terkadang dapat menurunkan nafsu makan. Dengan merasa tertekan yang tinggi, mereka menjadi tidak tenang dalam kesehariannya.

2. Merusak ahklak

Kebiasaan berhutang dapat menimbulkan atau merusak ahklak seseorang karena berhutang bukan termasuk dalam hobi yang baik. Layaknya kebiasaan berbohong. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR Al-Bukhari)

3. Dihukum layaknya seorang pencuri

Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

4. Jenazahnya tidak dishalatkan

Sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Beliau pernah tidak mau menshalatkan jenazah seseorang yang rupanya masih memiliki hutang namun belum terbayar dan tidak ada meninggalkan sepeserpun harta untuk melunasinya.

5. Dosanya tidak terampuni sekalipun mati syahid

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Semua dosa yang mati syahid akan diampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.” (HR Muslim)

7. Pahala adalah ganti

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda ; “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirbam, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirbam.” (HR. Ibnu Majah)

8. Urusannya masih menggantung

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda ; “Jiwa seorang mukmin nasib bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi) []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.