Unik, Informatif , Inspiratif

Berkah Ini Karena Abuyya Tak Lepas Istikahrah

0
, Berkah Ini Karena Abuyya Tak Lepas Istikahrah
Foto: Shutterstock

INSPIRADATA. Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliki adalah salah tokoh yang dicintai oleh umat ini. Banyak diriwayatkan tentang karomah beliau terutama oleh orang-orang yang dekat dengan beliau atau melihatnya secara langsung.

Bahkan sudah menjadi maklum bahwa mereka yang datang ke tempat beliau akan mendapat hadiah tertentu, entah itu kitab atau bahkan uang.

Nah, ketika itu ada salah satu jamaah yang hadir melihat betapa banyak yang beliau keluarkan untuk menjamu dan menyenangkan para tamunya itu. Sehingga terbesit di hatinya, “Dari mana Sayyid Muhammad mendapatkan ini semua?”.

Tidak berapa lama beliau memanggil salah satu muridnyadan mengatakan kepadanya, “Katakan kepada orang itu (sambil memberi isyarat kepada orang yang dimaksud), jangan bertanya darimana aku memdapatkan ini semua, tapi tanyakanlah sudah kemana aku keluarkan!”. Rupanya beliau mengetahui apa yang terbesit di hati orang tersebut.

Pernah suatu ketika beliau berniat akan berangkat ke Indonesia. Maka beberapa murid beliau di Indonesia terutama yang di Jakarta sudah bersiap-siap di bandara untuk menyambut kedatangan ulama kharismatik tersebut.

Akan tetapi apa mau dikata secara tiba-tiba beliau membatalkan kunjungannya ke Indonesia dan langsung pulang ke Makkah. Ketika ditanya perihal itu, beliau menjawab bahwa beliau diperintah Sayyidah Aisyah (melalui mimpi) untuk langsung kembali ke Makkah Al Mukarramah.

Dan yang demikian ini tidak terjadi sekali dua kali tetapi berkali-kali. Bisa dikatakan bahwa setiap akan melakukan safar beliau selalu beristikharah terlebih dahulu, menunggu adanya isyarah.

Suatu saat salah satu orang menyarankan agar di rumah beliau di gali sumur untuk kebutuhan air sehari-hari. Kemudian Abuya menyambut baik saran itu, lalu beliau memerintahkan salah satu muridnya untuk beristikharah agar di tentukan di bagian mana yang akan digali.

Setelah istikharah dan mendapat isyarah, si murid menunjuk salah satu tempat di halaman rumah beliau di Rushaifah tepatnya di pojok timus di samping pintu gerbang.

“Insya Allah di sini tempatnya”, kata si murid.

Maka dimulailah pengeboran sumur itu, Subhanallah apa yang di dapat oleh si murid dengan isyarah tadi memang kenyataan. Keluar air yang bersih dan deras sehingga sampai saat ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dan murid-murid beliau. Padahal kita tahu kondisi tanah kota Makkah, tandus dan berpasir. Kadang-kadang untuk mengebor sumur mencapai kedalaman 100 meter lebih. Tetapi tidak dengan sumur di rumah beliau. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.