Unik, Informatif , Inspiratif

Berkat Deteksi Suara, Polisi Tangkap Pembuat Hoax 7 Kontainer Surat Suara

0

Setelah Polisi melakukan identifikasi suara tersangka melalui Laboratorium Forensik. Akhirnya polisi dapat mengetahui pemilik suara yang mengedarkan berita hoaks . Melalui Labfor dan algoritma pendeteksi suara, dapat diktehaui bahwa itu adalah suara Bagus Bawana Putra. Dan terbukti identik dengan sampel suara yang beredar.

Atas dasar hasil penyelidikan ini, Polisi menangkap pembuat konten hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos pada Senin (7/1) dini hari di Sragen, Jawa Tengah. Tersangka bernama Bagus Bawana Putra (BBP) itu ditangkap berkat pendeteksi suara yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

BACA JUGA: Andi Arief Terseret Kasus ‘Hoax’ 7 Kontainer Surat Suara Sudah Tercoblos, Ini Tanggapan Demokrat

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan: “Jadi kesimpulannya, kesamaan suara yang beredar adalah 99 persen. Jadi sangat kuat bahwa voice berasal dari tersangka BBP.”

Setelah pengungkapan dan penangkapan BBP, berarti sudah ada empat tersangka dalam kasus hoaks tujuh kontainer dengan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka.

Sebelumnya tiga orang telah ditangkap di sejumlah daerah, yakni HY di Bogor, LS di Balikpapan dan J di Brebes. Tapi karena ketiganya hanya merupakan penyebar aktif, dan tidak dilakukan penahanan. Ketiganya dikenai pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman di bawah 5 I tahun penjara.

 

BACA JUGA: Polri Tak Tahan Pelaku Baru ‘Hoax Surat Suara 7 Kontainer’, Ini Sebabnya

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Rachmad Wibowo menuturkan, berdasarkan penangkapan tiga tersangka sebelumnya, polisi mendapat informasi bahwa BBP yang merupakan warga bekasi adalah pembuat konten dan pendengung (buzzer) utama konten hoaks tujuh kontainer tersebut. “Berkat kerja sama dengan polda-polda, sampai akhirnya kami bisa mendeteksi, suara berasal dari tersangka inisial BBP. Kami bisa mendeteksi di beberapa platform medsos,” kata Rachmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1).

Rachmad menyebut, bahwa tersangka BBP sempat berupaya menghilangkan barang bukti. Untuk menghilangkan jejak, tersangka berusaha membuang ponsel dan mengganti nomor lalu melarikan diri ke Sragen. Namun, tersangka tetap tidak bisa menghindari kejaran petugas.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline