argentina
Foto: Times of India

Bermain Memukau, Lionel Messi Bawa Argentina Lolos ke 16 Besar

Laga Argentina melawan Nigeria, pada Rabu (27/6/2018) di Saint Petersburg Stadium, berakhir dramatis dengan kemenangan La Albiceleste 2-1 berkat gol Lionel Messi pada menit 14 dan Marcos Rojo pada menit 87.

Jorge Sampaoli sang pelatih kali ini menerapkan formasi 4-4-2 berlian dengan memasang Messi dan Gonzalo Higuain sebagai duet penyerang.

Sementara di lini tengah, duet Ever Banega dan Javier Mascherano menjadi pilihannya.

BACA JUGA: Gagal di Piala Dunia 2018, Mohamed Salah Minta Maaf kepada Fans Mesir

Tak mau kalah dari La Albiceleste, pelatih Gernot Rohr menunjukkan bahwa Nigeria tak gentar dengan memasang formasi 3-5-2.

Sang bomber andalan, Ahmed Musa, masih jadi pilihan Gernot untuk dipasangkan di depan bersama Kelechi Iheanacho.

Sejak wasit meniupkan peluit tanda dimulai pertandingan, Argentina langsung tancap gas.

Melalui Banega selaku pengatur serangan, Argentina mencoba untuk menyisir pertahanan Nigeria dari berbagai sisi.

Namun, usaha mereka hanya menghasilkan satu serangan tak mengarah gawang.

Lepas 10 menit, barisan pertahanan Argentina sempat kehilangan konsentrasi.

Beruntung, Iheanacho terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola bisa kembali direbut.

Setelah insiden blunder ini, Argentina kembali membangun serangan yang akhirnya berbuah gol di menit 14.

Sosok pemecah kebuntuan ini adalah sang bintang, Lionel Messi.

Berawal dari umpan terobosan Banega, La Pulga bisa menerima bola dan melewati satu bek Nigeria, sebelum akhirnya melepaskan sepakan kaki kanan yang tak bisa ditahan kiper Francis Uzoho.

Setelah gol pertama, kebanyakan serangan tak benar-benar mematikan, termasuk serangan dari skema open play.

Satu-satunya yang paling berbahaya muncul pada menit 33.

Argentina bisa saja menggandakan keunggulan seandainya tendangan bebas Messi tidak membentur tiang gawang.

Nigeria sendiri rupanya tak mampu menembus pertahanan Argentina yang mulai lugas dalam mengambil keputusan dan tak banyak memainkan bola di daerah pertahanan sendiri.

Alhasil, Nigeria masuk ruang ganti berbekal satu percobaan mengarah gawang lewat sundulan Leon Balogun yang bisa ditangkap Franco Armani.

Memasuki babak kedua, Nigeria jadi lebih agresif dan terus menekan hingga akhirnya mendapatkan sepak pojok di menit 49.

Dalam skema bola mati ini, Nigeria memang tidak mendapatkan gol.

Akan tetapi, mereka mendapat penalti usai Mascherano dianggap melanggar Leon Balogun di kotak terlarang.

Wasit pun tak ragu menunjuk titik putih dan mengangkat kartu kuning buat Mascherano.

Victor Moses yang menjadi algojo tepat di menit ke-51.

Tanpa kesulitan berarti, ia menaklukkan Armani yang menjatuhkan badannya ke arah berlawanan dari arah tembakan Moses.

Foto: REUTERS

Argentina yang tersentak mencoba untuk bermain lebih ofensif.

Namun, bukannya membaik, kualitas serangan mereka justru menurun dengan semakin seringnya mereka melakukan kesalahan-kesalahan operan yang membikin aliran bola tak berjalan lancar.

Di tengah kebuntuan Argentina, Nigeria justru lebih nyaman melancarkan serangan.

Bahkan, di menit 74 sempat terjadi kontroversi ketika para pemain Nigeria melancarkan protes karena menganggap Marcos Rojo melakukan handball di kotak terlarang saat coba memotong umpan silang.

Wasit Cuneyt Cakir sempat melihat tayangan ulang VAR, tetapi tidak ada keputusan penalti yang diberikan.

Di sisa 15 menit pertandingan, Argentina memasukkan Maximiliano Meza dan Sergio Aguero untuk menambah daya gedor.

Tak butuh waktu lama, umpan silang Gabriel Mercado bisa dikonversi menjadi gol oleh Marcos Rojo pada menit 87.

Setelahnya, tak ada gol yang tercipta di sisa laga.

BACA JUGA: Ini Pemain Tertinggi dan Terpendek di Piala Dunia 2018

Seperti dilansir kumparankemenangan 2-1 ini menjadi penanda bahwa Argentina berhasil memastikan satu tempat di babak 16 besar bersama Kroasia yang menjadi pemuncak Grup D. []


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *