Unik, Informatif , Inspiratif

Berpakaian tapi Telanjang, Apa Maksudnya?

0 119

Dari Abu Hurairah  ra. , beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

An Nawawi dalam Syarh Muslim, menjelaskan bahwa terdapat beberapa makna mengenai para wanita yang berpakaian tapi telanjang pada hadist di atas, diantaranya :

Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

BACA JUGA: 11 Syarat Pakaian Muslimah

Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.

Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240)

Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak).

Begitu pula yang dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut :

Ibnu ‘Abdil Barr ra. mengatakan, “Makna para wanita yang berpakaian tapi telanjang adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)

Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna para wanita berpakaian tapi telanjang, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir,4/275)

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna para wanita yang berpakaian tapi telanjang memiliki tiga makna, diantaranya :

  1. Wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya.Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.
  1. Wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
  2. Wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)

Kesimpulannya adalah para wanita yang berpakaian tapi telanjang dapat kita artikan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.

BACA JUGA: Saat Haid, Wanita Dilarang Potong Kuku?

Ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi SAW di atas, yang mengatakan bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?

Ancaman ini sudah jelas, tapi kenapa sebagian wanita masih ada yang membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula mereka masih memperlihatkan leher? Dan kenapa sebagian dari mereka yang berkerudung masih mengenakan pakaian ketat dan tipis? []

Sumber: rumaysho/ Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline