kemasukan air
Foto: Fact

Bersihkan Telinga Gunakan Cotton Bud Berbahaya, Benarkah?

Telinga merupakan salah satu alat panca indera yang sangat penting bagi manusia. Saking pentingnya, tentu telinga kita harus selalu dijaga.

Adapun salah satu bentuk penjagaan kita terhadap telinga yaitu dengan rajin membersihkan telinga. Saat ini, membersihkan telinga menggunakan cotton bud sudah cukup familiar di kalangan masyarakat.

Selain cara penggunaan yang ringkas dan cepat. Cotton bud yang berbentuk gagang kecil dengan kapas di tiap ujungnya ini banyak ditemui di warung-warung. Namun, pembersihan telinga menggunakan cotton bud ternyata dianggap tidak aman bagi kesehatan lho.

Dikutip vebma. com, dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokkan), Dr Novi Primadewi SpTHT KL MKes saat sosialisasi World Hearing Days di PAUD Taman Ceria, Solo, Jumat (3/3/2017).

“Memasukkan benda asing ke dalam rongga telinga bisa mengakibatkan membuat kotoran semakin terdorong masuk. Bukannya bersih malah kotoran menumpuk,” ujar dr. Novi.

Dijelaskan lebih lanjut, bahaya penggunaan cotton bud lainnya adalah ketika pengguna tidak menyadari kapas yang lepas. Batang yang tidak dilapisi kapas bisa melukai telinga bahkan membuat gendang telinga pecah. Maka, Dewi menyarankan, penggunaan cotton bud hanya untuk membersihkan bagian luar telinga saja.

“Paradigma masyarakat banyak yang kurang pas terutama saat membersihkan rongga telinga dengan cotton bud. Sejauh ini gangguan yang paling banyak ditemukan adalah anak kurang menyadari kesehatan telingan, misalnya pendengarannya menurun tapi tidak mau cerita ke orangtua. Mungkin takut atau tidak merasakan nyeri, apalagi kalau orangtua kurang peduli,” jelas dia.

Dr. Novi menilai, penurunan pendengaran dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Karena hal tersebut bisa berdampak pada ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau pada masyarakat agar mengadakan screening pada telinga kesehatan sedini mungkin.

“Untuk pembersihan telinga saya sarankan rutin 6 bulan sekali diperiksakan serta melakukan cek kesehatan,” jelas Novi.

Dia berharap, penanganan gangguan pendengaran tidak hanya saat sudah terjadi luka atau gangguan saja. Melainkan, masyarakat juga paham cara pencegahannya.

“Tindakan prefentif dimulai dari yang sederhana, jangan sering mendengarkan suara yang bising. Misalnya knalpot dibuat blar, mendengarakan musik seharian, jarang membersihkan telinga, membiarkan penyakit telinga seperti berdengung. Itu salah satu tanda gangguan,” tegasnya.

Wah-wah berarti kita harus lebih hati-hati saat membersihkan telinga kita dengan cotton bud ya guys. Namun, akan lebih baik jika telinga kita dibersihkan dengan cara melakukan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ke dokter. Apalagi jika pada telinga anak kecil, maka lebih disarankan langsung ke dokter THT saja. Ehm…[]


Artikel Terkait :

About Irah Wati

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *