Unik, Informatif , Inspiratif

Beruntung Tak Terjadi di Indonesia, Begini Derita Punya Motor di Jepang

0

TAK bisa dibantah jika sepeda motor pabrikan Jepang ‘berkuasa’ di jalanan Indonesia. Mulai dari jenis matik hingga motor sport dengan mesin 300 cc ke atas, sudah biasa lalu-lalang di setiap jalan di kota besar maupun kecil. Tak hanya di Indonesia, motor-motor dari pabrikan asal Jepang juga telah tersebar di seluruh belahan dunia.

Namun ada fakta lain yang mungkin belum Anda ketahui, di Jepang sendiri masyarakatnya tak banyak berminat membeli motor. Bahkan mereka bisa disebut ‘menderita’ jika punya sepeda motor.

Mayoritas masyarakat Jepang memanfaatkan transportasi umum yang sudah begitu canggih dan kenceng. Kondisi ini kontras dengan kondisi jalanan di beberapa kota besar seperti Jakarta. Lalu apakah memang masyarakat Jepang tak menyukai dengan sepeda motor?

Meski pajak motor di Jepang terbilang murah (400cc sekitar Rp700 ribuan) namun untuk aturan lain terbilang ketat dan menguras isi kantong. Berikut beberapa alasan masyarakat Jepang pikir-pikir untuk membeli sepeda motor, seperti dilansir dari Japanistry:

1 Asuransi

Asuransi
Foto: Moneycontrol

Di Jepang, asuransi kecelakaan menjadi hal wajib dan telah dimasukkan dalam paket total harga sepeda motor baru atau bekas. Ditambah jika kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa asuransi jiwa akan diganjar hukuman satu tahun atau denda sekitar 4.605 dollar AS atau setara hampir Rp65 juta. Plus SIM ditahan.

2 Parkir

Parkir
Foto: Youtube

Biaya parkir di Jepang sangat mahal. Terlebih di kota besar seperti Tokyo. Biaya parkirnya cukup fantastis, terlepas dari harga motornya sendiri yang tentu juga sangat mahal. Apalagi jika kebanyakan apartemen di Jepang memang tak menyediakan parkir sehingga pemilik motor harus menyewa tempat parkir khusus. Sebagai gambaran, untuk lahan parkir saja menghabiskan dana sebesar 138 dollar AS atau setara hampir Rp2 juta. Itupun tanpa ada jaminan garansi.

3 Inspeksi

Inspeksi
Foto: Gaijinpot

Di Jepang, inspeksi kondisi motor juga rutin dilakukan pihak berwajib. Saat ditemukan masalah, maka pemilik sepeda motor juga harus mengeluarkan dana jutaan sebelum melakukan kewajiban servis. Belum dengan kesiapan dokumen-dokumen yang diperlukan. Beruntung di Jepang, sepeda motor baru masih mendapat perlindungan selama tiga tahun dan tidak perlu dilakukan inspeksi. []

SUMBER: 100KPJ


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline