magnet kulkas
Foto: kompas.com

Bikin Usaha Magnet Kulkas, Wanita Ini Hasilkan Lebih Dari Rp 100 Juta Per Bulan

Seorang warga asal Bandung, Marissa, kini mampu meraih penghasilan lebih dari Rp 100 juta tiap bulannya dengan berbekal ide dan kreatifitas. 

Marissa merupakan pengusaha magnet kulkas. Namun berbeda dengan umumnya, magnet yang dibuatnya menyerupai makanan, minuman, perlengkapan mandi dan botol berbentuk mini. Seperti bungkus Indomie, Pocky, Chiki, Molto, Pepsodent, Bimoli, dan lain-lain.

Marissa menceritakan bahwa dirinya sudah melakoni usaha magnet kulkas ini selama lima tahun. Hal itu disampaikannya saat ditemui di acara Trade Expo Indonesia 2017.

“Saya kepikiran bikin magnet ini karena unik saja. Saya pernah lihat miniatur kecil-kecil di Thailand, nah kenapa enggak ada produk kita sendiri? Ya sudah akhirnya coba-coba bikin,” kata Marissa, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (11/10/2017).

Magnet handmade ini dibuat oleh Marissa melalui art print dengan mencetak dan laminasi. Hal yang sulit dalam pembuatan magnet kulkasnya ialah saat ia harus mencocokkan warna magnet dengan produk asli.

Tak hanya itu, Marissa juga harus mencari pekerja yang terampil dalam membuat magnet ini. Sebab, bila dibuat tidak rapi, hasilnya akan tidak teratur.

Awalnya, Marissa membuat sendiri magnet dengan alat ala kadarnya. Pertama kali, dia magnet dengan bentuk Indomie, susu Ultra, dan Chitato. Dalam membuat magnet, Marissa memilih produk yang benar-benar dikenal oleh pasar.

“Pas awal, kami produksi sesuai pesanan saja. Kecuali pas pameran mesti banyak bikin stok,” kata Marissa.

Biasanya, lanjut dia, yang memesan magnetnya adalah perusahaan tengah mencari souvenir untuk acara.

Setelah itu, usahanya semakin berkembang. Marissa menjajakan produknya dengan mengikuti pameran di Bandung.

Ternyata, masyarakat merespon baik produknya. Setelah membuat magnet, kini Marissa juga membuat gantungan kunci yang menyerupai produk-produk ternama.

“Sekarang saya sudah punya 15 karyawan yang bekerja di bagian penjualan, pengiriman, customer service online, dan produksi. Saya tambah mesin juga,” kata Marissa.

Adapun Marissa menjual produknya dengan mengikuti pameran, menjualnya secara online, dan membuka toko di PVJ. Marissa memberi nama tokonya dengan nama “Ini Kreasi”.

 

Dia menyebut, usaha magnet yang serupa dengan usahanya sudah semakin banyak. Hanya saja, Marissa memastikan produknya mirip dengan produk asli. Selain itu, produknya juga dibuat rapi dan tidak terlalu kaku.

“Setiap minggu harus ada produk baru, jadi mesti sering ke supermarket. Misalnya, pas ke supermarket, ternyata sambal ABC ganti label, es krim Magnum juga ganti label, ya kami ikut bikin desain baru, asal sudah dikenal luas di masyarakat,” kata perempuan kelahiran 17 Mei 1983 tersebut.

Produknya kini tak hanya diminati dalam negeri saja, melainkan juga mancanegara. Walau belum melakukan ekspor, namun ia telah mengirim pesanan ke Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, dan China. Tiap bulannya Marissa kini bisa memproduksi lebih dari puluhan ribu magnet.

Produk yang paling banyak dibeli adalah Indomie, Chitato, Ultra, Teh Kotak. Sedangkan range harga magnet “Ini Kreasi” mulai dari Rp 8.000-35.000. “Omzet per bulan bisa di atas Rp 100 juta,” ucap Marissa. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *