Foto: TEMPO.CO

Bila Dipanggil KPK, Setya Novanto Akan Minta Perlindungan Presiden

Kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut bila KPK memanggil paksa kliennya, mereka akan meminta perlindungan kepada sejumlah pihak.

“Kami akan meminta perlindungan pada Presiden (Joko Widodo), termasuk pada polisi dan TNI,” kata Fredrich di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Ahad, (12/11/2017), seperti dilansir Tempo.co.

Setya Novanto awal bulan ini menolak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Anang Sugiana sebagai saksi. Setya menyampaikan penolakan itu melalui surat ke KPK. Alasannya, pemanggilannya harus seizin tertulis dari Presiden.

Akan tetapi, Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden, mengatakan KPK tidak membutuhkan izin Presiden untuk melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto. JK mengatakan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi telah mengatur hal tersebut.

Namun, Fredrich bersikukuh pada dalihnya bahwa KPK harus meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk memanggil Setya. Fredrich mengatakan, anggota DPR memiliki hak kebal hukum.

“UUD 1945 Pasal 20a, anggota Dewan memiliki hak bicara, bertanya, mengawasi dan punya imunitas. Anggota Dewan tidak bisa disentuh,” ujarnya.

Ihwal penetapan kliennya sebagai tersangka untuk kedua kalinya, Fredrich telah melaporkan KPK ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Fredrich mengatakan langkah pidana itu ditempuh sebab pihaknya menganggap KPK melanggar putusan pengadilan dengan kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *