Unik, Informatif , Inspiratif

BIN: 50 Penceramah Terindikasi Radikal

0 225

Setelah pemberitaan bahwa ada 41 mesjid di lingkungan pemerintah dan BUMN terpapar radikalisme, kini Badan Intelejen Negara (BIN) mengumumkan bahwa ada 50 penceramah terinidikasi radikal terdeteksi.

Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto, mengatakan istilah radikal itu merujuk pada penceramahnya. Berdasarkan deteksi BIN, penceramah yang terindikasi radikal itu jumlahnya sekitar 50 orang.

“Tidak banyak sekitar 50-an, dan ini masih terus kita dekati,” ujar Wawan dalam jumpa pers di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11).

BACA JUGA:Ketua MUI: Perbaiki manajemen Mesjid, Cegah Radikalisme

Ke 50 penceramah ini dinilai radikal karena menurut Wawan penceramah tersebut saat memberikan kajian mengarahkan kepada sikap intoleransi, ujaran kebencian, takfiri, dan semangat radikal dengan seringkali mengutip ayat-ayat perang yang bersinggungan dengan ideologi Pancasila.

BIN juga mengkategorikan tingkan radikalisme yang berlangsung. Wawan menjelaskan level radikalisme penceramah dari 41 masjid tersebut di mana penceramah dari 7 masjid berkategori rendah, penceramah dari 17 masjid berkategori sedang dan penceramah dari 17 masjid berkategori tinggi.

Selanjutnya Wawan menjelaskan pembagian kategori radikalisbe sebagai berikut: kategori rendah penceramah tersebut masih bisa ditolerir dan kategori sedang perlu disikapi lebih.

“Tapi kalau yang merah (kategori tinggi) sudah parah. (Ciri-cirinya) sudah mendorong ke arah gerakan radikal, sudah dorong ke arah ISIS, Marawi, dan membawa aroma konflik timur tengah ke sini,” ungkapnya.

Wawan juga menambahkan para penceramah ini mengutip ayat perang sehingga menimbulkan pengaruh terhadap emosi, sikap, tingkah laku, opini, dan motivasi jemaah.

Melihat kecenderungan yang bisa mengakibatkan keresahan di masyarakat, BIN bersikap persuasif kepada penceramah tersebut dengan metode literasi dan dialog.
“Karenanya harus ada upaya-upaya baik dari hati ke hati ada perubahan. Soalnya harus jaga keamanan dan ketertiban,” jelas Wawan.

Dalam melakukan tugasnya, BIN bekerja sama dengan instansi lain khususnya instansi pemerintah yang masjidnya memiliki penceramah radikal, termasuk dengan MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Penceramah itu baru boleh menyampaikan kajiannya setelah dilakukan pembinaan oleh BIN.

BACA JUGA : Rilis Daftar 200 Penceramah, Kemenag Dianggap Blunder

Dalam kesempatan itu, Wawan enggan menyebutkan masjid di instansi pemerintah mana saja yang memiliki penceramah radikal. Wawan hanya menyebutkan 41 masjid yang memiliki penceramah radikal itu seluruhnya berada di Jakarta.

Wawan menjelaskan bahwa keterangan ini termasuk kategori rahasia. Dikatakan juga bahwa ada empat kategori pada status info., yaitu biasa, terbatas, rahasia, dan sangat rahasia. Untuk informasi yang biasa dan terbatas boleh diketahui. tapi untuk informasi yang rahasia dan sangat rahasia tidak bisa diberitahukan, karena ini menyangkut kredibilitas BIN.

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline