Foto: Wallup.net

Binatang, Lebih Peka pada Bencana Alam

Foto: Wallup.net

INSPIRADATA. Sudah sejak lama ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa binatang memiliki panca indera yang super sensitif terhadap suara, temperatur, sentuhan, getaran, aktivitas elektrostatis dan kimia serta medan magnet dan medan listrik.

Sensitivitas ini memberikan mereka bisa mengetahui ebih awal beberapa jam sebelum bahaya bencana alam sebagaimana tsunami terjadi. Nah, sensitivitas ini tidak dimiliki oleh manusia.

Menurut Andi Mendunia, kepekaan dan naluri binatang terhadap respon akan timbulnya bahaya yang tidak dimiliki oleh manusia ini bisa digunakan sebagai alat untuk peringatan pertama bencana alam yang bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan manusia sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa manusia.

Gempa menimbulkan getaran yang berubah-ubah pada tanah dan air sedangkan angin badai menyebabkan perubahan elektromagnetik di atmosfer. Beberapa binatang mempunyai indera pendengaran dan penciuman yang peka sehingga meeka bisa menentukan sesuatu yang akan datang dihadapannya lebih dahulu daripada manusia.

Riset-riset di bidang komunikasi akustik dan seismik telah menunjukan bahwa beberapa jenis ikan sensitif banget terhadap getaran frekuensi rendah dan mendeteksi gempa jauh sebelum manusia merasakannya. Di samping itu gajah juga bisa merasakan getaran-getaran yang dibangkitkan dari gempa bumi yang menyebabkan tsunami.

Beberapa jenis binatang telah bisa mendengar tsunami yang akan datang dari saat gempa yang meletus di bawah dasar laut. Spesies burung, anjing, gajah, harimau dan binatang lainnya bisa mendeteksi frekuensi infrasonic antara 1-3 hertz dibandingkan manusia hanya pada frekuensi 100-200 hertz, sehingga binatang lebih memiliki sensitivitas pada gelombang suara berfrekuensi rendah dimana manusia tidak bisa mendengarnya.

Teori alternatif yang telah mendapatkan persetujuan dari banyak pakar berkaitan dengan kepekaan binatang pada bencana alam adalah:

1. Bahwa binatang bisa merasakan perubahan pada medan magnet yang terjadi di dekat pusat gempa. Misalnya saja burung dara, kura-kura, lebah dan masih banyak lagi.

2. Spesies ikan dikenal sangat sensitif pada variasi perubahan muatan listrik di dalam air yang kadang-kadang adalah merupakan isyarat permulaan terjadinya gempa bumi.

3. Organisme di tanah bisa merespon perubahan polaritas dan konsentrasi ion atmosfer atau muatan partikel, sehingga hal ini bisa menyebabkan binatang tersebut bisa mendeteksi efek ionisasi udara dari gas radon yang kadang-kadang dikeluarkan dari bumi sebelum gempa bumi terjadi.

4. Efek piezoelektrik juga telah menunjukan bahwa perubahan tekanan yang dikerjakan pada kristal sejenis kwarsa menghasilkan muatan listrik pada permukaan kristal. Hal ini dipercaya bisa membangkitkan energi listrik yang cukup untuk membuat terbang ion-ion sebelum, selama dan setelah gempa bumi, sehingga binatang bisa mengantisipasi gempa bumi lebih banyak melalui kepekaannya terhadap gemuruh angin.

5. Sayangnya, seperti yang kita ketahui di Indonesia di manapun daerahnya, perilaku binatang seperti itu selalu saja dikatakan dengan kepercayaan mistik atau klenik. Padahal sama sekali tidak ada hubungannya! Allah SWT sudah menganugerahkan kemampuan yang lebih kepada para binatang seperti juga Ia hanya menganugerahkan kemampuan kepada kita yang tidak dimiliki oleh binatang. Menakjubkan! []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *