Foto: BBC

BMKG Nyatakan Pendeteksi Tsunami Selat Sunda Hilang, Polri Bakal Investigasi

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan, akan menginvestigasi terkait hilangnya alat pendeteksi tsunami di perairan Selat Sunda, menyusul pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Pertama, lakukan investigasi hilang disebabkan apa? Apakah hilang karena alam, bencana atau unsur kesengajaan pelaku pencuri barang tersebut,” kata Brigjen Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

BACA JUGA: Polri Siap “Turun Tangan” Jika Ada Pencuri Alat Pendeteksi Tsunami

Beberapa kasus, sambung Dedi, hilangnya alat pendeteksi tsunami lantaran adanya bencana. Kalaupun dicuri, hanya solar sel (pembangkit listrik tenaga matahari).

Nantinya dalam penyelidikan, Polri akan menggandeng BMKG.

“Yang tahu titik penempatan alat pendeteksi itu kan dari BMKG. Kemudian di BMKG ada semacam monitoring center yang kontrol peralatan tersebut nanti akan bekerja sama dengan Polda setempat. Kita arahkan patroli air kita akan cek apakah alat tersebut sesuai dengan posisi yang ditentukan BMKG,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kebanyakan, Korban Tsunami Selat Sunda Alami Patah Tulang

Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya sebelumnya mengatakan, alat pendeteksi tsunami (Buoy) untuk perairan Selat Sunda sudah lama hilang sejak tahun 2007 yang dihibahkan oleh BPPT.

“11 tahun yang lalu sejak 2007, enggak tahu kemana. Buoy itu dari BPPT,” ujar Tiar Prasetya di kantornya, Ahad (23/12/2018).

SUMBER: RMOL


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *