FOTO: detikNews

BNPB: Tsunami Selat Sunda karena Longsor Laut Erupsi Anak Krakatau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebabkan oleh longsor bawah laut yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh longsor bawah laut ini sehingga tak ada peringatan yang bisa diberikan kepada masyarakat.

BACA JUGA: BNPB: Terjadi Pertambahan Tinggi Gunung Anak Krakatau 4-6 Meter Per Tahun

“Kemudian tsunami tidak ada peringatan dini tsunami karena kita Indonesia tidak miliki sistem peringatan dini tsunami yang dibangkitkan longsroan bawah laut dan erupsi gunung api sehingg tiba-tiba jadi masy tidak bisa evakuasi. Beda sama tsunami gempa bumi, Indonesia sudah punya,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Padahal, dia melanjutkan, masyarakat masih memiliki waktu sampai dengan 24 menit untuk bisa evakuasi jika ada peringatan dini. Waktu 24 menit tersebut adalah jeda waktu setelah tremor yang disebabkan oleh erupsi Anak Krakatau yang berikibat pada longsor seluas 64 hektar dan menimbulkan tsunami ke daratan.

Hingga saat ini belum dipastikan berapa tinggi gelombang tsunami yang menimpa wilayah Banten dini. Namun menurut pengakuan beberapa warga, Sutopo menyebutkan tingginya bervariasi di beberapa wilayah mulai dari dua meter sampai dengan lima meter.

BACA JUGA: Indonesia Tertarik Sistem Peringatan Tsunami Milik Jepang

Korban Tsunami Selat Sunda terus bertambah. Hingga pukul 13.00 WIB hari ini, yakni H+3 paska-bencana, jumlah korban jiwa jumlahnya sudah mencapai 429 orang, 1.485 orang luka-luka dan jumlah yang masih dinyatakan hilang mencapai 154 orang.

“Sementara 16.082 orang mengungsi, ada penambahan angka pengungsi karena baru terdata,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di kantornya hari ini, Selasa (25/12/2018). []

SUMBER: CNBC


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *