Foto: Facebook Abu Dzunnurain Ramadhan Firdaus

Bocah Kakak Beradik Penjual Tissue yang Tidak Pernah Lupa Sholat 5 Waktu Ini Undang Simpati Netizen

Foto: Facebook Abu Dzunnurain Ramadhan Firdaus

INSPIRADATA. Kadang kita sering tidak peduli dan mengabaikan lingkungan sekitar. Siapa dan bagaimana orang-orang yang sering  temui dalam kita lihat atau temui di kehidupan sehari-hari atau di tengah aktivitas kita.

Tidak semua orang menjalani hidup seberuntung kita. Ada beberapa orang yang harus bersusah payah berusaha untuk mengumpulkan rupiah untuk sekedar bertahan di tengah kerasnya kehidupan.

Sebagai manusia, kita wajib ‘membaca’, melihat ke sekeliling dan sekitar kita. Kesadaran semacam inilah yang mungkin melandasi seseorang untuk membagikan luapan perasaan empati dan simpatinya atas ‘tangkapannya’ dalam proses ‘membaca’ lingkungan di sekelilingnya. Biasanya media sosial lah yang menjadi sarana untuk meluapkan perasaan tersebut daam bahasa informatif yang persuasif.

Postingan yang sungguh mengharukan dan menggerakkan kita pada sebuah tindakan nyata. Berikut ini salah satunya:

Salut dengan perjuangan dua bocah ini, setiap hari menjual tissu di lampu merah seputaran jln. Ratulangi-Sudirman dekat Wisma Kalla. Yang saya salutkan adalah mereka tidak pernah alpa sholat 5 waktu di masjid dan setiap habis sholat ashar dan maghrib dia sempatkan membaca Al-Qur’an.

Mereka tidak pernah lupa akan kewajibannya kepada Allah bahkan dengan segala keterbatasannya, terlebih lagi usia mereka masih sangat belia yang mungkin anak seumurannya belum mengerti akan kewajiban beribadah kepada Allah. Kebanyakan dari anak seumuran mereka mungkin akan lebih memilih mengemis ketimbang mencari rezeky halal dengan menjual tissu.

Semoga masa depanmu cerah nak. Berjuanglah terus dan jangan menyerah. Gapailah cita-citamu karena setiap orang akan mampu melukis dan membingkai masa depannya sendiri.

Siapa saja yg melihat bocah ini di lampu merah sempatkanlah bersedekah dengan membeli tissunya 10.000 tiga bungkus. Semoga apa yang kita belanjakan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.. Aamiiin…

Postingan tersebut ditulis oleh akun Facebook Abu Dzunnurain Ramadhan Firdaus pada 30 November 2016. Sampai tulisan ini dirilis, postingan status dan unggahan foto di akun tersebut sudah memanen 1,8 ribu like dan share.

Semoga ajakan kebaikan yang berasal dari dasar hati terdalam mampu mengetuk sisi kemanusiaan dan hati nurani kita.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *