Unik, Informatif , Inspiratif

Bolehkah Melakukan Perjalanan pada Hari Jum’at?

0

Hari Jum’at merupakan hari spesial bagi umat muslim. Sebab, di hari inilah seluruh umat Muslim melakukan ibadah shalat jumat berjamaah di masjid yang hukumnya wajib bagi laki-laki muslim yang sudah baligh.

Tapi, bagaimana jika pada hari Jumat, kita mendadak ada keperluan sehingga harus melakukan perjalanan keluar kota. Apakah boleh seorang muslim bepergian di hari jumat?

BACA JUGA: Mengenakan Pakaian Terbaik Saat Shalat Jumat, Apakah Sombong?

Menjawab pertanyaan itu, para ulama fiqih memiliki dua pendapat terkait melakukan perjalanan pada hari jumat setelah fajar.

Pandangan mazhab Hanafi dan Maliki membolehkannya, sedangkan mazhab Syafi’I dan Hambali melarangnya jika takut shalat jumat akan terlewat. Namun, disetujui oleh semua mazhab terkait larangan melakukan perjalanan setelah masuk waktu Zhuhur (setelah tergelincirnya matahari) dan beberapa saat sebelum melaksanakan shalat jumat.

Adapun mazhab Hanafi menilai, tidak mengapa melakukan perjalanan pada hari jumat jika berangkat dari rumah-rumah yang berada di kota sebelum masuk waktu Zuhhur. Pendapat yang kuat mengatakan, bahwa makruh hukumnya melakukan perjalanan setelah tergelincirnya matahari dan sebelum dilaksanakannya shalat jumat, tetapi tidak dimakruhkan jika dilakukan sebelum tergelincirnya matahari.

Begitu pun menurut mazhab Maliki, boleh melakukan perjalanan sebelum tergelincirnya matahari. Akan tetapi, dimakruhkan bagi seseorang yang tidak bisa melaksanakan shalat jumat dalam perjalanannya. Namun, mereka tetap mengharamkan dan melarang melakukan perjalanan setelah tergelincirnya matahari ataupun sebelum dilaksanakannya shalat jumat.

Adapun dalil mereka adalah pendapat Umar bin Khattab ra, “Shalat jumat tidak bisa ditinggalkan hanya karena melakukan perjalanan.”

Adapun menurut pandangan mazhab Syafi’i dan Hambali, diharamkan bagi orang-orang yang diwajibkan shalat jumat atas mereka untuk melakukan perjalanan sebelum tergelincirnya matahari atau sesudahnya.

Kecuali jika ia bisa melaksanakan shalat jumat di perjalanan atau ia bisa terancam tertinggal teman seperjalanan, ataupun perjalanan yang ia lakukan adalah perjalanan wajib, seperti ibadah haji yang waktunya sempit dan takut waktunya habis.

BACA JUGA: Menghadiri Jumat Lebih Awal

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang pergi melakukan perjalanan dari daerah yang dilaksanakannya shalat jumat maka malaikat akan mendoakan keburukan untuknya, yaitu semoga ia tidak mendapat teman dalam perjalanannya dan tidak akan ditolong dalam keperluannya,” (HR. Darul Quthni dalam al Afraad, dan diriwayatkan juga oleh al-Khatib dengan riwayat sampai Abu Hurairah).

Dalam Mazhab Syafi’I pun hukumnya makruh, bila bepergian di malam jumat, disebutkan dalam kitab Ihya ‘ulumuddin karya imam al-Ghazali, “Siapa yang berpergian di malam jumat, dua orang malaikat akan mendoakan keburukan untuknya.” []

SUMBER: Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Oleh: Prof.DR.Wahbah Az-Zuhaili,Gema Insani


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.