Unik, Informatif , Inspiratif

Bolehkah Membatalkan Shalat Wajib saat Terjadi Gempa?

0

Belakangan tengah viral rekaman video jemaah sedang menunaikan shalat Isya di tengah guncangan gempa berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Bali, Ahad malam, (5/8/18), sekira pukul 18.46 WITA.

Diketahui, video berdurasi 14 menit itu terjadi di Musala As Syuhada BLK, Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, pada Ahad malam.

Dalam video terlihat sebagian jamaah berhamburan menyelamatkan diri dari gempa.

Namun, sebagian lagi tetap bertahan termasuk sang imam yang tidak beranjak dari tempat shalatnya meski gempa mulai mengguncang.

Dalam kondisi demikian, sebenarnya bagaimana hukum membatalkan shalat wajib ketika terjadi gempa atau situasi genting semisalnya?

Melansir dakwatuna, pada dasarnya tidak boleh membatalkan shalat yang sedang berlangsung tanpa alasan yang benar.

Akan tetapi, jika terjadi hal yang mengancam nyawa, harta, seperti masjid atau rumah yang terbakar, pencuri di masjid, maka itu ‘udzur syar’iy, boleh dia batalkan, lalu ulangi setelah aman.

Gempa termasuk ‘udzur syar’iy.

Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah:

فالأصل أن المصلي إذا دخل في صلاته يحرم عليه قطعها اختياراً، أما إذا قطعها لضرورة كحفظ نفس محترمة من تلف أو ضرر، أو قطعها لإحراز مال يخاف ضياعه، فيجوز له ذلك، وقد يجب في بعض الحالات كإغاثة ملهوف وإنقاذ غريق أو إطفاء حريق، أو قطعها لطفل أو أعمى يقعان في بئر أو نار.

“Pada dasarnya seseorang yang sudah masuk dalam shalat diharamkan memutuskan shalatnya, ada pun jika adanya darurat seperti menjaga nyawa dari kebinasaan dan bahaya, atau membatalkan karena khawatir hilangnya harta, maka itu dibolehkan. Bahkan WAJIB di sebagian keadaan, seperti saat menolong yang sedang kena musibah, menyelamatkan yang tenggelam, memadamkan api, atau membatalkan shalat karena untuk menyelamatkan anak kecil atau orang buta yang akan tercebur sumur atau kobaran api.” (Fatwa No. 26303)

Wallahu a’lam bishawab. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.