Bolehkah Mengharapkan Kematian seperti Nabi Yusuf?
Foto: jobsindonesia

Bolehkah Mengharapkan Kematian seperti Nabi Yusuf?

Siapa yang tidak tahu Nabi Yusuf? Dikenal dengan parasnya yang tampan tanpa melunturkan imannya. Putra Nabi Yaqub, cucu dari Nabi Ishaq dan cicit Nabi Ibrahim.

Nikmat sempurna bagi Nabi Yusuf, setelah dibuang oleh saudaranya. Ia dapati mereka semua tunduk patuh di hadapannya -sebagai bentuk kehormatan dan kekaguman-.

BACA JUGA: Ketika Wanita Menggoda Pandangan, Ini yang Dilakukan Nabi Yusuf

Namun, meski begitu ada hal lain yang jauh lebih menonjol dibandingkan ketampanannya serta kewibawaannya. Doa yang pernah ia panjatkan diabadikan dalam Al-Quran,

Nabi Yusuf mengharapkan kematian itu, bahkan ia memanjatkan doa saat berada di pembaringan menjelang kematiannya. Tapi, apakah berdoa mengharapkan kematian itu diperbolehkan?

Dalam Islam tidak diperbolehkan mengharapkan kematian cepat-cepat menghampiri. Kecuali jika tertimpa fitnah (keburukan), sebagaimana diriwayatkan dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau berdoa, “Dan jika Engkau menghendaki suatu fitnah (keburukan) bagi suatu kaum, cabutlah nyawaku dalam keadaan tidak tertimpa fitnah itu.”

Adapun jika terlepas dari fitnah atau sedang tidak terjerat suatu keburukan, maka hal itu tidak boleh. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, jangan sampai ada diantara kalian yang mengharapkan kematian lantaran suatu kerugian yang menimpanya.

BACA JUGA:Ganteng tapi Takwa

Bisa jadi dia berbuat kebaikan (jika tetap hidup), Yusuf mengharapkan kematian itu, dipanjatkan saat dia dalam pembaringan menjelang kematiannya.

Saat berada di atas pembaringan menjelang kematian, Nabi Yusuf menginjak usia 120 tahun. Ia berwasiat kepada Bani Israil agar mereka membawa jasadnya bersama mereka apabila mereka keluar dari Mesir. Mereka pun memakamkan Nabi Yusuf di samping para leluhurnya. []

Sumber: Dialog Malaikat Maut dengan Para Nabi, Oleh: Dr. Mustofa Murod


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *