hanya allah yang berhak disembah
foto: plus.google.com

Bolehkah Menutup doa dengan “Subhaana rabbikaa…”?

Dalam beberapa majelis, terkadang ada seorang Ustadz yang menutup doa dengan, ”Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, Wa salaamun ‘alal mursaliin, Wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.”

Jika dilihat dari artinya, rasanya kurang mengena seperti ada sanggahan, “Maha suci Tuhan-mu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka sifatkan.” Apakah ada dalil yang menganjurkan menutup doa demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Doa yang dimaksud ialah berasal dari Surat Al-Shaffaat ayat 180-182 yang berbunyi,

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Dalam hadits sahih, tidak terdapat petunjuk yang menjadikan ayat-ayat ini sebagai penutup doa. Akan tetapi, terdapat adab dalam doa agar memulainya atau menutupnya dengan tahmid dan sanjungan kepada Allah serta shalawat atas rasul-Nya. Semua hal itu telah ada dalam ayat-ayat tersebut.

Seorang dai (imam yang berdoa dengannya) memilih penutup dengan kalimat di atas karena terdapat shalawat atas para rasul dan pujian kepada Allah. Dari sini tidak masalah.

Ayat pertama (kalimat pertama) tentang tasbih (menyucikan) Allah dari apa yg mereka sifatkan, tentu maksud ‘mereka’ di sana adalah orang kafir. Artinya dalam ayat itu berisi pernyataan penyucian Allah dari yang disifatkan orang kafir untuk Allah dari sifat-sifat buruk; seperti Allah faqir, pelit, lemah, dan semisalnya. Dan Allah suka kalau disucikan dan dipuji (tasbih dan tahmid).

Bab Doa adalah bab yang luas. Seseorang boleh memilih bentuk pujian untuk Allah dan shalawat atas Rasul-Nya, di awal dan atau di akhir doanya, apa yang disukanya, selama tidak menyimpang dari maknanya.

Namun, sebaiknya bagi imam agar tidak merutinkan ayat-ayat tersebut sebagai penutup sehingga umat tidak menyangka bahwa kalimat-kalimat tersebut sebagai penutup doa dan sunnah membacanya. Wallahu A’lam. []

Sumber: voa-islam.com


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *