Bolehkah Orang Kidal Makan dengan Tangah Kiri? Islam Menjelaskan

0

Di antara adab yang diajarkan Islam adalah ketika kita hendak makan atau minum. Manusia, khususnya seorang muslim diwajibkan makan dengan menggunakan tangan kanan. Islam juga melarang makan atau minum dengan tangan kiri.

Namun seperti kita sering lihat sekarang, orang muslim banyak yang mempunyai kebiasaan buruk dalam hal makan dan minum. Di antara mereka ada yang melakukannya dengan berdiri dan menggunakan tangan kiri.

Ketahuilah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasa menggunakan tangan kanan untuk sebagian besar urusannya yang baik-baik. Sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya,” (HR. Bukhari 168).

Lalu bagaimana jika orang yang kidal? Apakah ada pengecualian baginya sehingga diperbolehkan makan dengan tangan kiri?

 

Dikutip dari Konsultasi Syariah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat marah, ketika ada orang yang makan dengan menggunakan tangan kiri; sebagaimana disebutkan dalam hadis Salamah bin Akwa’, Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat orang yang makan dengan tangan kiri. Beliau langsung mengingatkan,

كل بيمينك

Makanlah dengan tangan kananmu.”

Orang itu menjawab, “Aku tidak bisa.”

Beliau langsung marah, dan mendoakan keburukan untuknya,

لا استطعت، ما منعه إلا الكبر

“Kamu tidak akan bisa. Tidak ada yang menyebabkanmu melakukan hal itu, selain rasa sombong.”
Seketika itu, orang ini tidak mampu mengangkat tangannya ke mulutnya, (HR. Muslim).

Demikianlah pendidikan sekaligus berupa ancaman yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya

Namun hal ini tentu tidak bisa diterapkan kepada orang yang memang tidak sanggup atau udzur dalam menggunakan tangan kanan sehingga mengharuskannya menggunakan tangan kiri.

Imam Nawawi mengatakan,

وهذا إذا لم يكن عذر، فإن كان عذر يمنع الأكل والشرب باليمين من مرض أو جراحة أو غير ذلك فلا كراهة

Ini berlaku jika tidak ada uzur. Jika ada uzur yang menyebabkan tidak bisa makan dan minum dengan tangan kanan, karena sakit atau luka atau yang lainnya maka hukumnya tidak makruh. (Syarh Sahih Muslim, 13:191). Demikian, disadur dari Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 34327.

Kita harus pahami bahwa kondisi merupakan kelainan, namun ini tidak mengugurkan orang yang mengalami kidal untuk berusaha melatih diri dengan membiasakan menggunakan tangan kanan. Jika masih mampu menggunakan tangan kanan, makan harus diupayakan untuk menggunakan yang kanan. Hal yang baik seperti ini jika dilatih dengan semangat meniru sunah, maka insya Allah akan menjadi ladang pahala.
Allah a’lam. []

 

Kamu Sedang Offline