shalat berjamaah, makmum kepada orang yang sholat sunnah
Foto: Islampos

Bolehkah Sholat Fardhu Makmum Kepada Sholat Sunnah?

Saat datang ke masjid setelah sholat berjamaah selesai, sering kali kita menemukan orang-orang yang sedang sholat, namun entah sholat apa yang sedang ia kerjakan. Padahal posisi kita saat itu hendak mengerjakan sholat fardhu, dan kalau memungkinkan, ingin mengerjakannya secara berjamaah.

Kita merasa bahwa sholat fardhu tidak bisa makmum kepada orang yang sholat sunat, sehingga sering kali kita mencoba memastikannya, bila tak ada tasyahud awal, maka kita akan sholat sendiri atau mencari orang lain yang akan diajak berjamaah.

Lalu, sebenarnya apakah orang yang sholat fardhu memang tidak boleh makmum kepada orang yang sholat sunnah? Berikut penjelasannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya : Apa hukum orang yang melaksanakan shalat fardhu dengan makmum kepada orang yang mengerjakan shalat sunat?

Hukumnya sah, karena telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa dalam suatu perjalanan beliau shalat dengan sekelompok para sahabatnya, yaitu shalat khauf dua raka’at, kemudian beliau shalat lagi dua raka’at dengan sekelompok lainnya, shalat beliau yang kedua adalah shalat sunat.

Disebutkan juga dalam Ash-Shahihain, dari Mu’adz Radhiyallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika ia telah mengerjakan shalat Isya bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia pergi lalu mengimami shalat fardu kaummnya, shalat mereka adalah shalat fardhu, sedangkan shalat Mu’adz saat itu adalah shalat sunnat [1].

[Majalah Ad-Da’wah, edisi 1033, Syaikh Ibnu Baz]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya : Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang mendapati orang lain sedang shalat sirriyah, ia tidak tahu apakah orang tersebut sedang shalat fardhu atau shalat sunat? Dan apa yang harus dilakukan oleh seorang imam yang ketika orang ini masuk masjid ia mendapatinya sedang shalat, apakah ia perlu memberi isyarat agar orang tersebut ikut dalam shalatnya jika ia shalat fardhu, atau menjauhkannya jika ia sedang shalat sunat?

Yang benar adalah, tidak masalah adanya perbedaan niat antara imam dengan makmum, seseorang boleh melaksanakan shalat fardhu dengan bermakmum kepada orang yang sedang shalat sunnah, sebagaimana yang dilakukan oleh Mu’adz bin Jabal pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu setelah melaksanakan shalat Isya bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia pulang kepada kaumnya lalu shalat mengimami mereka shalat itu juga. Bagi Mu’adz itu adalah shalat sunat, sedangkan bagi kaumnya itu adalah shalat fardhu.

Jika seseorang masuk masjid, sementara anda sedang shalat fardhu atau shalat sunat, lalu ia berdiri bersama anda sehingga menjadi berjama’ah, maka itu tidak mengapa, anda tidak perlu memberinya isyarat agar tidak masuk, tapi ia dibiarkan masuk shalat berjama’ah bersama anda, dan setelah anda selesai ia berdiri menyempurnakannya, baik itu shalat fardhu ataupun shalat sunat.

[Mukhtar Min Fatawa Ash-Shalah, hal. 66-67, Syaikh Ibnu Utsaimin]

 

[]

Footnote
[1]. Al-Bukhari, kitab Adzan (700, 701), Muslim, kitab Ash-Shalah (465)
[2]. Al-Bukhari, kitab Adzan (700, 701), Muslim, kitab Ash-Shalah (465)

Sumber: almanhaj.or.id


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *