boncengan, bukan mahram, hukum islam
Foto: Travelingyuk

Boncengan dengan yang Bukan Mahram, Bagaimana Hukumnya?

Tolong-menolong memang sangat dianjurkan dalam Islam, tapi hal ini ada keterangan lebih lanjutnya. Yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam kemaksiatan.

Hal ini tertulis secara jelas dalam surah Al-Maidah 5:2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

BACA JUGA: Menolong Orang Pingsan Saat Shalat, Bagaimana?

Lalu, bagaimana hukumnya berboncengan dengan yang bukan mahramnya, tapi dengan niat ingin menolong?

Jika melihat pada Hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang meriwayatkan tentang Asma binti Abu Bakar (saudari Aisyah dan ipar Nabi) yang pernah diajak naik unta bersama Nabi (boncengan bersama dalam satu kendaraan).

Dari hadits ini disimpulkan bahwa berboncengan dengan yang bukan mahram jika dapat menimbulkan syahwat maka diharamkan. Artinya, berboncengan dengan yang bukan mahram harus dengan beberapa syarat tertentu.

Pertama, tidak adanya sentuhan badan (apapun itu) apalagi sampai memeluk pinggang. Kedua, Tidak terjadi khalwat (berdua-duan di tempat sepi). Ketiga, tidak memiliki maksud buruk atau kecnderungan ke arah syahwat.

Namun, ada pula fatwa ulama yang mengharamkan perihal ini. Sebab telah memenuhi syarat hukum berduaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram tanpa kehadiran mahram dari pihak wanita adalah hal yang diharamkan oleh syariat Islam.

BACA JUGA: Ketika Prasangka Semut Berbuah Tolong-menolong

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali di bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahwamnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (Riwayat Ahmad)

Tapi, alangkah baiknya jika berhati-hati dengan cara tidak berboncengan dengan yang bukan mahram meskipun tidak memiliki niat tertentu. Wallahu a’lam. [] SUMBER: WAJIB BACA


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *