Unik, Informatif , Inspiratif

BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Korban Lion Air Rp 1,035 Miliar

0

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Jakarta Barat menyerahkan dana jaminan kecelakaan kerja untuk salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 di perairan Kerawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2019.

Sebagaimana diketahui, Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat dengan total korban 189 orang. Sebanyak 125 korban berhasil teridentifikasi.

Istri Liu Anto, Susiyani mengatakan, suaminya termasuk korban yang tidak teridentifikasi.

Penyerahan Dana jaminan keselamatan kerja dilaksanakan pada Senin (25/2/2019) di kantor Wali Kota Jakarta Barat.

BACA JUGA: Tanggapi Defisit BPJS Kesehatan, Fahri: Bentuk Kegagalan Pengelolaan Negara

Dana jaminan keselamatan kerja tersebut diberikan untuk korban atas nama Liu Anto yang merupakan Direktur PT Dapoer Creative Indonesia yang bertempat di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Muhammad Zen mengucapkan: “Kami ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan semoga dana ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh pihak keluarga.”

Grogol Andrey Tuamelly, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta menyebutkan bahwa almarhum sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2015.

Menurut Audrey: “Almarhum merupakan anggota yang taat dengan segala kewajibannya sebagai peserta BPJS dan bergabung sebagai peserta sejak tahun 2015.”

Andrey menjelaskan ahli waris korban berhak atas santunan keselamatan kerja, santunan kematian, santunan hari tua, dan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp 1.035.196.889.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Tidak Akan Menanggung 8 Penyakit, Ini kata Komisi IX DPR

Andrey juga mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan administrasi dari pihak keluarga untuk melakukan pencarian dana.

Menurut Audrey, lamanya waktu disebabkan hal berikut: ” kami menunggu dulu keterangan dari Basarnas, manifes dari Lion Air dan pengumuman dari pemerintah terkait dengan korban. Kemudian dari pihak keluarga harus bisa menerima (bahwa korban sudah meninggal) dulu, baru ajukan pengurusan pada kami.”[]

SUMBER: KOMPAS


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline