kecil, Buah Hati Gemuk Menggemaskan? Perlu Diwaspadai
Unik, Informatif , Inspiratif

Buah Hati Gemuk Menggemaskan? Perlu Diwaspadai

0

Anak kecil gemuk memang menggemaskan. Apalagi melihat pipinya yang tembem. Tapi sebagai orang tua, harus tahu bahwa di usia sekecil itu mungkin saja anak Anda akan mengalami penyakit kronis di masa yang akan datang.

Faktanya saat ini, tidak sedikit orangtua yang tidak peduli dengan status gizi anaknya masing-masing. Bahkan ketika berat badan anak berlebihan dianggap wajar, bahkan mereka beranggapan bahwa anak yang seperti itu sangat menggemaskan.

Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah studi yang melibatkan sebanyak 400 orangtua. Dalam studi tersebut, anak-anak dari orangtua yang ikut menjadi responden diperiksa dan dihitung status gizinya.

BACA JUGA: Ayo Belajar Mendidik Anak Balita dengan Parenting Islami

Kemudian diketahui bahwa berat badan anak yang dari orangtua yang menjadi responden, sebagian besar berlebihan atau obesitas.

Namun menurut orangtua anak-anak tersebut, mereka tidak melihat adanya masalah kesehatan yang terjadi pada anak mereka. Bahkan mereka menganggap bahwa anak gemuk justru sehat.

Risiko kesehatan yang dihadapi anak dengan berat badan berlebih. Berisiko mengalami diabetes mellitus tipe 2 yakni:

1. Mengalami gangguan kesehatan reproduksi, bahkan tidak subur

2. Di usia dewasa, anak gemuk berpeluang besar mengalami serangan jantung dan stroke

3. Tulang tidak tumbuh dengan baik dan mudah rapuh akibat menahan beban yang berat

Selain masalah kesehatan, anak yang mempunyai berat badan berlebihan juga dapat mengalami masalah psikologi yang cukup berat, seperti:

1. Tidak mempunyai kepercayaan diri, minder

2. Mengalami depresi

3. Gak Merangkak Juga Bisa Jalan

4. Berisiko mengalami eating disorder atau penyimpangan pola makan, contohnya bulimia dan anoreksia nervosa.

Oleh karena itu, orang tua tidak boleh mengesampingkan status gizi anak, sebab status gizi pasti akan memengaruhi kesehatan anak.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan yang pasti dengan cara membawa si kecil ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat untuk diukur status gizinya.

BACA JUGA: Hati-hati, Ini Risiko Kesehatan saat Anak Berlebihan Konsumsi Susu Sapi

Lakukan pemeriksaan secara berkala, agar status gizinya selalu terkendali dan normal.

Sediakan camilan yang sehat dan bagi porsi makan anak menjadi 6 kali dalam sehari. Membagi porsi makan lebih dari 3 kali dalam sehari dapat membantu anak terhindar dari rasa lapar.

Tetapi ingat, jumlah kalorinya harus sama seperti memberikan makan sebanyak 3 kali dalam sehari, hanya saja frekuensinya dibagi lebih banyak. []

SUMBER: HELLODOKTER


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.