wc umum
Foto: GudegNet

Buang Air Kecil, Ada Adabnya Juga Lho

Membuang kotoran dalam tubuh menjadi suatu kebiasaan yang memang diharuskan untuk setiap makhluk yang bernyawa. Sebab itu pertanda jika tubuh dalam keadaan normal.

Tapi sayangnya, kebiasaan ini seing membuat orang lalai daam perkara yang seharusnya dilakukan. Salah satunya ketika akan buang air kecil.

BACA JUGA: Sering Buang Air Kecil, Kenali Penyebabnya (1)

Setiap hal yang dilakukan tentu ada adabnya, termasuk yang satu ini. Adab saat akan buang air kecil sangat penting untuk diketahui. Sebab, apabila tidak sesuai dengan aturan yang ada bisa jadi akan menjerumuskan kita ke dalam lubang kenistaan yang tiada akhir, yakni neraka jahannam.

Dalam sebuah hadits shahih, HR. Ahmad dan Ibnu Majah serta dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil (280). Ibnu Abbas ra mengisahkan bahwa suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melintasi dua makam, lalu beliau berkata,:

“Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa, mereka keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satu dari mereka disiksa karena tidak sampai bersih setelah buang air kecil, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.”

”Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas)

Abdurrahman bin Hasaah mendengar Rasulullah saw bertanya, “Tahukah kalian apa yang telah menimpa salah seorang Bani Israil? Dulu, saat mereka terkena air kencing, mereka segera membersihkannya dengan memotong pakaian yang terkena cipratan air kencing tersebut. Melihat perbuatan ini, orang itu melarang mereka, maka dia pun diadzab dalam kuburnya.”

Pada suatu malam Abdullah bin Umar pergi ke rumah seorang perempuan tua yang di samping rumahnya terdapat pemakaman. Lalu dia mendengar suara lirih yang berkata, “Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?”

Abdullah bin Umar pun berkata, “Celaka, apa yang terjadi?”

Perempuan tua itu menjawab, “Itu adalah suara suamiku yang tidak pernah bersuci dari buang air kecil.”

Mendengar penjelasan tersebut, Abdullah bin Umar berkata, “Celakalah dia! Unta saja kalau kencing bersuci, tapi dia malah tidak peduli.”

Perempuan tua itu kembali menuturkan kisah suaminya: ketika suamiku sedang duduk, ada seorang lelaki mendatanginya seraya berkata, “Berilah aku minum, aku sangat haus.”

Suamiku malah berkata, “Engkau membawa gayung sedangkan gayung kami tergantung.”

Orang itu berkata, “Wahai tuan, berilah aku minum, aku hampir mati kehausan.”

Suamiku berkata, “Engkau membawa gayung.”

Akhirnya lelaki yang meminta air untuk minum itu meninggal dunia. Setelah itu, suamiku juga meninggal dunia. Namun sejak hari pertama dia meniggal dunia, seringkali terdengar suara suamiku dari arah pemakaman, “Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?”

BACA JUGA: Coba Cara Ini Untuk Atasi Keseringan Buang Air Kecil

Nah, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, berikut ini adab-adab buang air kecil:

1. Menjauh dan menutup aurat dari pandangan manusia

2. Tidak berhati-hati terhadap percikan najis (air seni)

3. Tidak buang air kecil pada air yang tergenang untuk berhati-hati dikhawatirkan air yang tergenang itu terinjak oranglain.

4. Jangan membelakangi atau menghadap arah kiblat. Tapi baiknya, menghadap kearah samping kiblat.

5. Diharuskan membaca doa sebelum masuk kamar mandi

6. Jangan gunakan tangan kanan untuk membersihkanya

7. Jangan lupa membersihkan diri dengan air

8. Berdoa ketika keluar dari kamar mandi []

Sumber: 1001 Siksa Alam Kubur/Karya: Ust. Asan Sani ar Rafif/Penerbit: Kunci Iman


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *