Unik, Informatif , Inspiratif

Buat Anda yang Stres karena Pekerjaan: Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

0

SEORANG profesor tua didatangi sekelompok alumni salah satu universitas. Para alumni ini telah mapan dalam karir masing-masing. Mereka bercakap-cakap soal kehidupan dan pekerjaan yang mereka anggap telah membuat stres berat.

Tanpa disadari para tamunya, sang Professor pergi ke dapur untuk memberikan kopi. Lalu, ia kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis – dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa di antara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah – dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

BACA JUGA: Sebelum Jadi Miliarder, Apa Pekerjaan Warren Buffett?

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.

Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini: “Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.”

Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

BACA JUGA: Sudah Malas Cari Pekerjaan? Coba Lakukan Hal Ini

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.

Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan Anda itu lebih penting dibanding pekerjaan Anda.

Jika pekerjaan Anda membatasi diri dan mengendalikan hidup Anda, maka Anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. []

SUMBER: IPHINCHOW


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline