Unik, Informatif , Inspiratif

Buat Apa Sarapan?

0

Sarapanlah! Agar hari ini kau kuat menghadapi kenyataan. Seloroh itu sepertinya ringan saja. Namun ternyata ada benarnya. Karena ternyata sarapan bermanfaat secara psikologis maupun fisiologis.Hal ini diungkapkan oleh Ahli Gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.

Dalam kesempatan tersebut, Business Executive Officer Dairy Nestle Indonesia Windy Cahyaning Wulan menjelaskan fakta sebanyak 51% orang Indonesia menyadari bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari, namun sayangnya 76% orang yang mengonsumsi sarapan di pagi hari, belum memilih menu yang sesuai dengan golden standard breakfast, yaitu harus terdiri dari makanan dan minuman, bukan salah satunya saja.

BACA JUGA: Ternyata Cara Jaga Tubuh agar Tetap Ideal Dimulai dari Sarapan

Lebih jauh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di AS terhadap 50000 orang selama tujuh tahun terungkap bahwa mereka yang sarapan dengan porsi paling banyak diantara waktu makan yang lain ternyata memiliki indeks massa tubuh lebih rendah dibanding mereka yang makan siang atau malam dengan porsi lebih besar.

Para peneliti berpendapat, bahwa sarapan membantu meningkatkan rasa kenyang, menurunkan asupan kalori harian, serta meningkatkan kualitas pola makan kita. Pasalnya, biasanya menu sarapan lebih tinggi serat dan nutrisi.

Dalam presentasinya Rita memaparkan, proses pengolahan makanan berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut yang tidak hanya menstimulasi organ pencernaan tetapi juga organ-organ lain termasuk jantung yang bertugas memompa darah.

Menurutnya: “Meningkatnya peredaran darah akan membuat distribusi oksigen dan zat-zat gizi menjadi lebih baik. Dengan demikian kerja otak dan otot akan lebih baik.” Hal ini ia ungkapkan dalam acara NESTUM 101 Healthy Bowls: Awali Hari dengan Semangkuk Sarapan Sehat, Lezat, dan Praktis.

BACA JUGA: Turunkan Berat Badan dengan Minum Kopi setelah Sarapan

Jadi melakukan sarapan, kita tidak hanya dapat mengurangi rasa lapar, tapi juga meningkatkan kemampuan kognitif seperti daya ingat dan fokus. Rita menambahkan bahwa proses pelumatan makanan dapat menurunkan hormon Grealin yaitu hormon yang berperan menstimulasi nafsu makan dan meningkatkan hormon Cholecytokinin yang mampu menurunkan nafsu makan.

Menurut Rita bila kita mengonsumsi makanan saat sarapan, maka kita bisa mendapatkan rasa kenyang yang lebih lama. Karenanya, pilihlah menu sarapan dengan bijak misalnya berupa makanan yang mengandung multigrain, serat pangan, vitamin, dan mineral. []

SUMBER: SINDONEWS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.