Unik, Informatif , Inspiratif

Bukan Boeing dan Airbus, Merpati Terbang 2019 Pakai Pesawat dari Rusia

0 254

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berhenti beroperasi sejak 1 Februari 2014 akibat kesulitan keuangan. Kabarnya, akan kembali terbang pada 2019 menyusul pelaksanaan restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan, dengan pesawat berbeda.

“Rencana perusahaan pada saat dimulainya operasi penerbangan tahun depan akan dilakukan di Biak, Provinsi Papua, yang selama ini merupakan salah satu basis utama Merpati,” kata Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Capt Asep Ekanugraha seperti diberitakan Antara, Ahad (11/11/2018).

BACA JUGA: Hampir 5 Tahun Mati Suri, Merpati Air Bakal Terbang Lagi 2019

Pakai pesawat Rusia

Dalam mengoperasikan penerbangan,” kata Asep, “Perusahaan nantinya tidak menggunakan pesawat Boeing atau Airbus tapi akan menggunakan pesawat produksi Rusia.”

“Tapi pesawat yang kami gunakan adalah buatan Rusia dan bukan yang pernah kecelakaan di Gunung Salak,” katanya tanpa mau menyebut jenis pesawat dimaksud.

Dikatakan pula, pihaknya dalam mengoperasikan MNA tahun depan tidak akan bermain di segmen maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC).

Selain akan lebih menyasar penerbangan di wilayah Indonesia timur, pihaknya juga akan melakukan penerbangan ke wilayah Indonesia barat yang dinilai sangat potensial juga memungkinkan ke luar negeri.

“Kami sudah belajar dari kejatuhan perusahaan dan saatnya menatap ke depan yang lebih baik. Apalagi selain pemerintah dan investor swasta yang mendukung, sudah banyak perusahaan asuransi yang ikut mendorong beroperasinya MNA lagi,” kata Asep.

Saat inipun struktur organisasi baru PT MNA (Persero) juga sudah selesai disusun dan pihak investor swasta menyatakan tidak minta jatah untuk duduk di struktur.

BACA JUGA: Hampir 5 Tahun Mati Suri, Merpati Air Bakal Terbang Lagi 2019

“Investor hanya mau agar dana yang sudah ditanam bisa digunakan sebaik-baiknya, sehingga perusahaan bisa meraup laba seperti yang diharapkan,” katanya.

Bagi pemerintah, bila MNA beroperasi lagi maka akan memiliki dampak positif. Selain akan menambah penerimaan pajak, juga akan menyerap banyak tenaga kerja apalagi saat ini banyak pilot yang menganggur. Sementara masyarakat akan memiliki banyak pilihan untuk terbang ke beberapa daerah. []

SUMBER: SUARA | ANTARA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline